Dua Perempuan Penjaga Warung Kopi di Tuder Dibacok dan Dirampok

Rabu, 6 November 2013 | 15:17 WIB
Kasur pegas yang ditaruh di lantai juga masih tampak acak-acakan. Lokasi warung kopi. (Foto:Zam)

Kasur pegas yang ditaruh di lantai juga masih tampak acak-acakan serta ada darah korban. (Foto:Zam)

SALE, MataAirRadio.net – Dua orang perempuan penjaga sebuah warung kopi di Dusun Tuder Desa Wonokerto Kecamatan Sale dibacok secara membabi buta oleh sekelompok orang, Rabu (6/11) dini hari. Namun kedua wanita yang diketahui bernama Nur Laila (26) dan Lasini (28), selamat. Selain dibacok, sejumlah perhiasan emas dan uang tunai milik korban dirampok.

Hingga Rabu (6/11) siang, kedua korban masih dirawat intensif di RSUD dr R Soetrasno Rembang akibat luka parah di sejumlah bagian tubuh. Belum diketahui motif dari para pelaku melakukan pembacokan yang diduga menggunakan celurit. Namun polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengantongi identitas pelaku.

Di warung kopi tersebut, hanya tinggal Nur Laila yang warga Dusun Mundu Desa Ngujuran Kecamatan Bancar Kabupaten Tuban dan Lasini, yang merupakan istri dari Kepala Dusun Tuder, pemilik kafe. Saat kejadian sekitar jam satu dini hari, warung sudah tutup. Pelaku diduga masuk melalui pintu dan jendela ruang depan.

Akibat aksi pembacokan, Nur Laila menderita luka di bagian punggung, bahu kiri, dan kepala. Sedangkan Lasini terluka di bagian punggung dan jari kelingking tangannya putus. Darmaji, suami dari Lasini mengungkapkan, saat kejadian, dirinya sedang tidur di rumah, tidak di warung seperti biasanya.

Suratman, salah seorang warga di lokasi mengatakan, korban sempat berteriak rampok agar pertolongan dari penduduk segera datang. Namun sebelum ditolong warga, kedua korban sudah jatuh pingsan. Warga pun membawa korban ke Puskesmas Sale, sebelum kemudian dirujuk ke rumah sakit.

Selain perhiasan dan uang senilai total hampir Rp20 juta, tidak ada barang berharga lain yang hilang dari kafe itu. Dua unit sepeda motor anyar jenis Honda Vario Techno yang terparkir di ruang depan dengan kunci berada tak jauh dari kendaraan, tak turut dirampok.

Kepala Polsek Sale AKP Isnaini mengaku sudah menerjunkan empat orang anggotanya untuk melakukan olah TKP. Dia membenarkan telah mengantongi identitas para pelaku yang diduga sebagai warga Sidomulyo dan Gandrirejo Kecamatan Sedan. Identitas tersebut didapat dari korban yang mulai siuman dari perawatan medis. Namun mengenai motif dari pembacokan, Kapolsek menegaskan masih mendalaminya.

Sementara itu, ceceran darah dan potongan rambut dari korban masih tersaji di kafe yang bangunannya baru disewa sekitar dua bulan ini. Kasur pegas yang ditaruh di lantai juga masih tampak acak-acakan. Lokasi warung kopi berada persis di depan pabrik pengolahan batu putih, tepi jalan Sedan-Jatirogo. (Zamroni/ Nugroho Ghozali)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan