Umat Buddha di Rembang Bikin “Gunungan” Untuk Persiapan Sambut Waisak

Selasa, 25 Mei 2021 | 18:03 WIB

Bhikkhu Piyadhiro Thera, sekaligus Kepala Vihara Ratanavana Arama di Kecamatan Lasem, saat diwawancarai mataairradio.com, pada Selasa (25/5/2021) siang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Umat Buddha di Kabupaten Rembang saat ini (25/5/2021) tengah melakukan persiapan menyambut Hari Trisuci Waisak 2565 Tahun Buddhis/2021 yang jatuh pada Rabu (26/5/2021) besok.

Persiapan yang dilakukan di antaranya yaitu, membersihkan Vihara Ratanavana Arama di Kecamatan Lasem, yang merupakan pusat tempat ibadah umat Buddha di kabupaten ini.

Selain itu, para umat Buddha juga melakukan doa bersama serta bersih-bersih di Taman Makam Pahlawan-Rembang, sebagai wujud cinta kasih mereka.

“Untuk hari ini (25/5/2021) persiapannya membuat ‘gunungan’ yang berisi berbagai macam makanan, seperti buah-buahan dan makanan ringan. Dan bersih-bersih Vihara,” terang Kepala Vihara Bhikkhu Piyadhiro Thera.

Piyadhiro menambahkan, “gunungan” makanan itu, nantinya akan diarak mulai dari Aula Vihara menuju Candi Sudhammo Mahathera, yang berada di satu lokasi dengan vihara.

Ia mengatakan, Waisak pada tahun ini mengusung tema, “Cinta Kasih Membangun Keluhuran Bangsa”. Tema ini, kata Piyadhiro berangkat dari kondisi bangsa yang belakangan ini, rasa hormat antar-sesama mulai berkurang.

“Kita melihat pada saat ini banyak terjadi pertengkaran dan cekcok. Rasa saling hormat antara rakyat dan pemimpin atau sebaliknya kurang. Nah pada momen Waisak tahun ini penghormatan atas cinta kasih itu diharapkan kembali terwujud,” imbuhnya.

Perayaan Waisak tahun ini di Vihara Ratanavana Arama di Kecamatan Lasem akan berbeda dengan biasanya, karena pihak Vihara membatasi jumlah jemaah yang beribadah tidak boleh lebih dari 50 orang.

Hanya Umat Buddha di sekitar vihara yang diperbolehkan untuk mengikuti rangkaian perayaan Waisak. Hal itu, mengingat masih berlangsungnya pandemi covid-19.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan