Serda Dwi Terakhir Bertemu Keluarganya di Rembang pada Juli Lalu

Selasa, 27 April 2021 | 10:51 WIB

Foto Serda Dwi Nugroho saat mengenakan seragam TNI AL, dipajang di kediaman orang tuanya, di Desa Sumbergirang Kecamatan Lasem. (Foto: mataairradio.com)


REMBANG, mataairradio.com –
Serda Dwi Nugroho salah satu awak dari KRI Nanggala 402 terakhir pulang ke Rembang di Desa Sumbergirang Kecamatan Lasem, bertemu dengan keluarganya pada Juli 2020 lalu, saat Lebaran Haji.

Hal itu diungkapkan oleh Sudiyanto, Ayah Serda Dwi. Dirinya juga mengaku terakhir berkomunikasi dengan sang putra sekitar dua pekan lalu, melalui sambungan telepon.

“Terakhir pulang ke Rembang waktu Idul Adha kemarin (Juli 2020). Terkahir komunikasi dua minggunan yang lalu lewat telepon,” terang Sudiyanto.

Meski seluruh awak KRI Nanggala 402 sudah dinyatakan gugur, Ayah Serda Dwi tetap berharap sang anak pulang dan selamat.

Dirinya mengaku, memperoleh kabar bahwa kapal selam yang ditumpangi anaknya hilang kontak dan tenggelam melalui berita di televisi.

“Saya yakin selamat, karena saya tidak ada firasat apapun. Tahunya saya malah dari berita di TV. Anak saya nggak berani kasih tahu saya, khawatir saya kaget,” ucapnya.

Sudiyanto dan keluarga sempat bertolak menuju ke Surabaya untuk menjenguk sang menantu atau istri Serda Dwi Nugroho yang tinggal di sana. Baru tiba di Rembang kemudian pada Sabtu (24/4/2021).

“Kami (Keluarga) sudah ke Surabaya, karena istri Dwi Nugroho di sana. Saya sebagai orang tua berusaha menghibur dan memberi dorongan moral,” ungkapnya.

Sudiyanto berharap seluruh awak kapal dari KRI Nanggala 402 dapat segera dievakuasi. Kalaupun ternyata sang anak gugur, dirinya ingin supaya jenazahnya bisa dipulangkan, sehingga dapat dikebumikan di kampung halamannya.

“Paling tidak bisa dikebumikan di sini. Saya sebagai orang tua tetap bangga. Dia pahlawan. Anak saya gugur dalam menjalankan tugas sebagai tentara. Saya mohon doa dari semuanya, untuk keselamatan seluruh kru KRI Nanggala 402,” harapnya.

Diberitakan sebelumnya, upaya pencarian terhadap KRI Nanggala 402 masih berlangsung hingga kini, sejak dinyatakan hilang kontak pada Rabu (21/4/2021) dini hari lalu.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil

Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan