Ratusan Siswa Salat Gaib untuk Korban Gempa Aceh

Kamis, 8 Desember 2016 | 11:10 WIB
261 siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Avicenna Lasem menggelar salat gaib, tahlil, dan doa bersama untuk para korban gempa Aceh, Kamis (8/12/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

261 siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Avicenna Lasem menggelar salat gaib, tahlil, dan doa bersama untuk para korban gempa Aceh, Kamis (8/12/2016) pagi. (Foto: mataairradio.com)

 

LASEM, mataairradio.com – 261 siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Avicenna Lasem menggelar salat gaib, tahlil, dan doa bersama untuk para korban gempa Aceh, Kamis (8/12/2016) pagi.

Gempa bumi berkekuatan 6,5 skala richter yang terjadi pada Rabu (7/12/2016) terasa keras dan berbeda dengan gempa yang disertai tsunami pada 26 Desember 2004.

BNPB menyatakan 102 orang meninggal akibat gempa tersebut, sedangkan satu orang hilang, 136 luka berat, dan 116 korban luka ringan

Salat gaib dilakukan secara berjemaah di musala setempat mulai pukul 08.30 WIB. Sebelumnya, siswa diberi tahu tentang tata cara menunaikan salat gaib.

“Kegiatan seperti ini sudah biasa digelar saat terjadi musibah, apalagi sekolah ini di bawah yayasan islam. Kegiatan digelar saat jam istirahat dan setelah ini masuk kelas lagi untuk tes semesteran,” Wakil Kepala SDIT Avicenna Shofi Ahmad Husnan.

Menurutnya, salat gaib merupakan salah satu aktualisasi penanaman nilai sosial dan kemanusiaan terhadap para siswa, sekaligus empati bagi para korban bencana.

“Dengan kegiatan semacam ini, siswa akan terlatih memiliki rasa empati terhadap musibah yang dialami oleh orang lain. Kegiatan semacam ini digelar jika ada musibah terjadi,” terangnya.

Usai salat, tahlil, dan doa bersama, siswa juga berhimpun sumbangan seikhlasnya dan nantinya diserahkan kepada korban gempa Aceh melalui pihak PMI Rembang.

Nihayatus Sholihah, salah seorang siswi Kelas IV yang turut serta dalam acara tersebut mengatakan, salat gaib merupakan cara siswa di SDIT Avicenna guna mendoakan para korban bencana.

“Setelah melihat dari berbagai media dan mendengarkan langsung dari penjelasan guru, kami turut bersedih dengan atas musibah tersebut dan langsung menggelar salat gaib pagi ini,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan