Ratusan Kartu Indonesia Sehat di Rembang Bermasalah

Selasa, 15 Maret 2016 | 20:25 WIB
Kartu Indonesia Sehat (KIS). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Kartu Indonesia Sehat (KIS). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebagian Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dibagi di Kabupaten Rembang ditemukan bermasalah.

Di Desa Sumberjo Kecamatan Rembang misalnya, 300 KIS diberikan kepada penerima yang sudah meninggal, pindah alamat, serta terjadi salah penulisan nama dan alamat.

Kepala Desa Sumberjo Yopi Arivfianto menduga, masalah itu bermula dari data yang dipakai sebagai dasar membagikan KIS, yaitu hasil pendataan di tahun 2011.

“Jika hasil pendataan 4 tahun lalu yang dipakai, maka akan banyak ketidakcocokan dengan keadaan pada saat ini,” terangnya.

Contohnya, penduduk yang tingkat ekonominya kurang mampu pada 2011, bisa jadi kini sudah menjadi keluarga mampu. Atau penduduk yang pada empat tahun lalu masih hidup, tetapi kini sudah meninggal.

“Kami sudah melaporkan kasus KIS bermasalah ke pihak kecamatan,” ungkapnya.

Temok Kuswoyo, Kepala Seksi Kesejahteraan Rakyat pada Kantor Kecamatan Rembang mengaku sudah menerima laporan dari Kades Sumberjo, terkait KIS bermasalah.

“Kami telah melakukan rapat bersama Pemerintah Desa Sumberjo untuk membahas masalah tersebut,” bebernya.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika terjadi kesalahan atas penulisan nama atau alamat, agar segera melapor kepada pemerintah desa atau langsung datang ke Kantor Dinas Sosial Kabupaten Rembang.

“Sebab, kewenangan perubahan data berada di tangan Kementerian Sosial (melalui dinas sosial),” terangnya.

Temok mengakui, keinginannya untuk menyosialisasikan program KIS, justru disambut pasif oleh sebagian pemerintah desa. Akibatnya sosialisasi ini batal berjalan.

“Padahal dengan sosialisasi, masyarakat menjadi tahu tentang manfaat program dari pemerintah tersebut,” tegasnya.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Desa Kedungrejo Hartiah menambahkan, 500 warganya yang tergolong kurang mampu, justru tidak terdaftar sebagai penerima KIS.

Yang mendapat kartu sakti Jokowi ini, justru masyarakat yang level ekonominya cenderung mampu.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, akibat data penerima yang bermasalah, sejak Januari hingga Selasa 15 Maret ini, masih ada puluhan desa yang masih belum mendistribusikan Kartu Indonesia Sehat kepada warganya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan