Perbaikan Jembatan Trembes Dianggarkan Rp360 Juta

Senin, 26 Desember 2016 | 18:15 WIB
Ujung Jembatan Trembes yang menghubungkan Gunem-Tegaldowo dan Pamotan-Tegaldowo ambrol pada Selasa (15/11/2016). Padahal badan jembatan yang sempat ambruk pada akhir Februari itu, belum lama diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

Ujung Jembatan Trembes yang menghubungkan Gunem-Tegaldowo dan Pamotan-Tegaldowo ambrol pada Selasa (15/11/2016). Padahal badan jembatan yang sempat ambruk pada akhir Februari itu, belum lama diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Rembang. (Foto: Pujianto)

 

GUNEM, mataairradio.com – Kerusakan bagian ujung Jembatan Trembes di Desa Trembes Kecamatan Gunem segera diperbaiki. Perbaikan akan dikaver dengan anggaran Rp360 juta, sokongan dari PT Semen Indonesia.

Jembatan penghubung daerah di Tegaldowo dan sekitarnya dengan pusat Kecamatan Gunem kini tertutup untuk kendaraan beroda empat. Tapi tersedia jalur darurat di samping jembatan.

Kepala Departemen CSR PT Semen Indonesia Project Rembang Wahyudi Heru membenarkan sokongan tersebut. Menurutnya saat sekarang tim dari pihaknya sedang membuat gambar pengerjaan yang akan selesai dalam waktu dekat.

“Awal Januari 2017, penanganan perbaikan akan dilakukan. Penggunaan anggaran CSR untuk keperluan tersebut sedang diproses dan nantinya dikerjakan oleh pihak ketiga setelah melalui proses lelang,” terangnya kepada awak media.

Ia menjelaskan, perbaikan akan dilakukan hanya pada bagian yang rusak yaitu pada sayapan bagian ujung jembatan yang ambrol akibat digerus aliran air ketika banjir pada beberapa bulan lalu.

“Kami juga sedang mengomunikasikan penanganan jembatan ini dengan Pak Bupati. Koordinasi tetap kami perlukan agar penanganan jembatan ini tetap sesuai dengan prosedur,” jelasnya

Sebelumnya, Bupati Rembang Abdul Hafidz menyatakan dilematis melakukan penanganan lantaran kerusakan jembatan terjadi di akhir tahun anggaran.

Menurutnya, jika penanganan dilakukan dengan menggunakan dana tak terduga, maka dipastikan perbaikan hanya bersifat sementara. Namun jika harus menggunakan anggaran induk, maka pengerjaannya baru akan di ujung triwulan pertama 2017.

“Soal Jembatan Trembes, Pemkab Rembang serba sulit. Kalau melaksanaan tanpa perencanaan, salah. Kalau sesuai perencanaan di 2017, lama. Maka, kami minta PT Semen Indonesia yang memperbaiki,” katanya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan