Pengedar Pil Dobel L di Kalangan Anak Ditangkap

Minggu, 4 September 2016 | 18:57 WIB
Tersangka pengedar pil dobel L, Danang Puji Santoso alias Tengul, saat diinterogasi petugas di ruang Satresnarkoba Polres Rembang, Sabtu (3/9/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

Tersangka pengedar pil dobel L, Danang Puji Santoso alias Tengul, saat diinterogasi petugas di ruang Satresnarkoba Polres Rembang, Sabtu (3/9/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang menangkap Danang Puji Santoso alias Tengul (36) warga Desa Tambahrejo Kecamatan Blora Kabupaten Blora.

Tersangka diamankan karena diduga kuat mengedarkan sajian farmasi jenis pil dobel L tanpa izin di kalangan anak-anak. Saat polisi melakukan penggerebekan di depan warung pinggir Pantura Tasikagung Kecamatan Rembang, menemukan barang bukti 928 butir pil jenis dobel L.

Rinciannya, 535 butir disimpan dalam plastik warna bening, 34 tik (10 butir per tik) siap edar di dalam bekas bungkus rokok, dan 53 butir di dalam bungkus kertas warna putih. Selain pil Trihex ini, operasi cipta kondisi pada Sabtu (3/9/2016) malam, juga mengamankan bukti lain.

Dari tangan tersangka, polisi menyita pula dua unit ponsel, enam lembar kertas grenjeng rokok, uang Rp20.000, dan satu potong celana pendek warna cokelat yang diduga dibeli dengan uang hasil penjualan pil dobel L secara ilegal.

Kasus ini terungkap setelah petugas menerima pengaduan warga ada peredaran pil dobel L di wilayah Kabupaten Rembang. Setelah dilakukan penyelidikan kemudian ditemukan pelakunya Tengul.

Kepala Satuan Reserse Narkoba pada Kepolisian Resor Rembang AKP Bambang Sugito saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa tersangka telah memiliki, menyimpan, dan mengedarkan pil jenis dobel L tanpa izin.

Perbuatan tersangka itu melanggar Pasal 198 dan atau Pasal 196 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, yang ancamannya maksimal 15 tahun penjara.

“Untuk kepentingan pemeriksaan dan penyelidikan serta penyidikan lebih lanjut, tersangka pada saat ini kami tahan di sel tahanan Mapolres Rembang,” katanya.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto mengimbau kepada masyarakat daerah ini, khususnya anak-anak sekolah dan pemuda, agar lebih berhati-hati dalam pencarian identitas diri dan lebih selektif dalam mengikuti dinamika teknologi yang terbuka.

“Polres Rembang serius dalam penanggulangan edar obat ini. Sudah empat sekolah kami lakukan sosialisasi, yaitu SMA Negeri 1 dan SMA N 2 Rembang serta SMK Negeri 1 Rembang dan SMA Negeri Pamotan,” ujarnya.

Menurut Kapolres, peran orang tua dan instansi terkait yang berhubungan dengan dengan sediaan farmasi dibutuhkannya sebagai antisipasi, sehingga peredaran pil dobel L secara ilegal, bisa terus ditekan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan