Pemprov Jateng Terus Kebut Pembangunan Rumah Sehat Layak Huni

Rabu, 12 Januari 2022 | 10:42 WIB

Sodimun warga Seliling, Kecamatan Alian-Kebumen tak bisa menyembunyikan rasa bahagia setelah rumahnya kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, pada Selasa (11/1/2022) kemarin. (Foto: mataairradio.com/Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, mataairradio.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot pembangunan rumah sehat layak huni. Pada awal menjabat, pasangan Ganjar Pranowo dan Taj Yasin menargetkan  Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018 sebanyak 1.582.024 rumah diperbaiki.

Kini tersisa 827.009 unit untuk diselesaikan. Ini berarti ada sekitar 755 ribu rumah warga miskin telah direnovasi.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pembangunan RSLH merupakan bagian tak terpisahkan dari program pengentasan kemiskinan ekstrem. Ia menilai, pengentasan kemiskinan dengan pemberian bantuan tunai selama beberapa bulan kurang efektif.

“Di Jawa Tengah kita tambah dengan pembangunan rumah sehat layak huni dan kita bangun seperti ini,” kata Ganjar.

Dalam program RSLH, Jateng melaksanakan dengan gotong royong baik secara anggaran dan pelaksanaan. Dalam hal anggaran, berasal dari berbagai sumber. Yakni dana APBN, APBD Jateng, APBD kabupaten dan kota, serta Baznas dan CSR perusahaan. Sedangkan pelaksanaan pembangunan dilakukan dengan gotong royong warga desa.

Spirit gotong royong, kata Ganjar, juga dapat dibangun melalui program yang dilakukan ini. Contohnya pelaksanaan jambanisasi, pemasangan listrik hingga perbaikan rumah juga bisa melibatkan swasta.

“Tambahi jamban, tambahi listrik, baru kita gerakkan seluruh kekuatan ada dari Baznas, yang ini dari CSR, maka kita ciptakan semangat gotong royong,” ujarnya. (*)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan