Pegang Suket e-KTP, Perhatikan Kode dari Dinpendukcapil Ini

Kamis, 25 Januari 2018 | 15:59 WIB

Suasana warga mengakses layanan e-KTP di Kantor Dinpendukcapil Kabupaten Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Rembang meminta masyarakat pemegang surat keterangan (Suket) pengganti e-KTP untuk memperhatikan kode pada pojok kanan bawah Suket.

Kode tersebut merupakan keterangan apakah data perekaman masih diproses di Dinpendukcapil, dalam proses pengiriman data ke server Pusat, atau data siap dicetak.

Jika tidak dilihat, pemegang Suket bisa kecele ketika datang ke Dinpendukcapil karena e-KTP belum dicetak.

Petugas Bidang Administrasi Data Kependudukan pada Dinpendukcapil Kabupaten Rembang Mukhlisin mengatakan, sebelum datang ke kantor, warga disarankan mengecek lewat laman resmi dinasnya, di www.rembangkab.go.id.

“Cek dulu di website kami, di alamat dindukcapil.rembangkab.go.id/informasi/cek_ktp_el/ kemudian masukkan NIK dan lihat apa pesannya,” katanya.

Mukhlisin membeberkan, jika pada Suket terdapat kode Pro; itu artinya data perekaman masih dalam proses di dinasnya.

SFE berarti dalam proses pengiriman data ke server Pusat, sedangkan PRR artinya data siap diprint atau dicetak.

Ada lagi kode DUP, artinya warga melakukan dua kali perekaman di kabupaten/kota berbeda.

“Kalau terjadi DUP, misalnya Pati dengan Rembang. Kalau yang duplikatnya ternyata Rembang, harus diproses pindah domisili dulu,” katanya.

Lalu ada kode Efac, yang berarti data tidak lengkap, misalnya sidik jari belum terkirim.

“Kalau Efac itu artinya hasil perekaman tidak secara utuh diterima di Pusat data. Caranya harus diusulkan penghapusan salah satu. Kalau sudah terhapus baru bisa rekaman lagi,” katanya.

Ia menyebutkan, hingga Kamis (25/1/2018), ada 28.213 warga pemegang Suket.

Dari jumlah ini, sebanyak 15.994 data dalam kategori siap cetak.

Pencetakan dilakukan secara bertahap, dan tidak ada masalah dengan stok blanko e-KTP. Blanko masih 6.492 pucuk,” katanya.

Mukhlisin menambahkan, 12.219 data perekaman yang belum siap cetak, disebabkan oleh berbagai hal.

Rinciannya, 35 data masih dalam proses di Dinpendukcapil, 103 data dalam proses pengiriman ke server Pusat, dan 52 data tidak lengkap.

Selain itu, ada 332 data yang terdeteksi melakukan dua kali perekaman di kabupaten berbeda. Selebihnya, atau sekitar 11.697 karena sebab lain.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan