Mapolres dan Kantor Dinpendukcapil masih Dibanjiri Warga

Selasa, 14 November 2017 | 15:11 WIB

Di Polres Rembang, calon perangkat desa mengurus surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Jumlah pemohon masih tampak membeludak, sehingga pihak kepolisian harus mendirikan tenda dan menambah tempat duduk, Selasa (14/11/2017). (Foto: Mohammad Siroju Munir)

 

REMBANG, mataairradio.com – Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Rembang dan Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) setempat, hingga Selasa (14/11/2017) siang, terpantau masih dibanjiri oleh warga yang hendak mengurus dokumen persyaratan untuk calon perangkat desa.

Di Polres Rembang, calon perangkat desa mengurus surat keterangan catatan kepolisian (SKCK). Jumlah pemohon masih tampak membeludak, sehingga pihak kepolisian harus mendirikan tenda dan menambah tempat duduk.

Sementara, di Dinpendukcapil; para calon peserta seleksi pengisian perangkat desa mesti melegalisasi dokumen kependudukan yakni kartu tanda penduduk dan kartu keluarga. Antrean pemohon cukup banyak, hingga ke jalan raya. Juru parkir terpantau kewalahan menata kendaraan pengunjung.

Kepala Satuan Intelkam Polres Rembang AKP Sigit Ahsanudin membenarkan, pemohon SKCK membeludak sejak ada pembukaan lowongan pendaftaran pengisian perangkat desa secara serentak di kabupaten ini.

“Dalam beberapa hari ini, pemohon SKCK luar biasa. Untuk mengantisipasi hal itu, kami mengambil langkah antara lain menambah personel pelayanan, mendirikan tenda dan tempat duduk tambahan, serta menambah jam kerja untuk menyelesaikan pekerjaan,” katanya.

Namun menurut Sigit, upaya tersebut belum sepenuhnya bisa mengurai persoalan. Pasalnya, jumlah pemohon yang banyak itu datang pada waktu yang hampir bersamaan, sedangkan jumlah komputer yang terprogram untuk melayani SKCK, terbatas.

“Selain itu ada juga pemohon yang baru mengurus sidik jari, tapi dikira sudah daftar, sehingga esok harinya bermaksud mengambil SKCK, malah berkas belum masuk. Kami mohon maaf atas ketidaknyaman ini. Kalau hari biasa, dalam hitungan menit, sepanjang syaratnya lengkap, SKCK langsung jadi,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Daim, salah seorang warga yang mengurus SKCK berasal dari Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan menyatakan sudah antre panjang, sejak pagi hingga siang, tetapi tak kunjung dipanggil karena petugas loket mendahulukan melayani pemohon yang perempuan, setelah itu baru laki-laki.

“Sudah dari pagi saya datang, tapi belum juga dipanggil. Katanya antre dulu dan diselesaikan untuk warga berjenis kelamin perempuan dahulu. SKCK ini saya pergunakan untuk mendaftar perangkat di Desa Gandrirojo. Saya juga maklum kalau antrean sampai begitu panjang,” tuturnya yang juga seorang guru di sebuah MTs di Sedan.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan