Maling Sapi Lereng Pegunungan Lasem Diduga Berkomplot

Selasa, 20 September 2016 | 07:30 WIB
Lahan pertanian yang kekeringan di Kabupaten Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

Lahan pertanian yang kekeringan di Kabupaten Rembang. (Foto: Arif Bahtiar)

 

SLUKE, mataairradio.com – Maling sapi yang beraksi dan meresahkan warga di wilayah lereng Pegunungan Lasem dalam dua pekan terakhir ini diduga beraksi dalam komplotan.

Dugaan ini diungkapkan oleh Kepala Desa Sanetan Kecamatan Sluke, Janadi. Kepada reporter mataairradio, ia menuturkan bahwa sempat ada dua orang warga yang diamankan berikut kendaraan MPV jenis Mazda.

Yang bersangkutan mengaku warga Gresik dan Pasuruan, Jawa Timur. Kepada dia dan warganya, dua orang itu mengaku naik ke wilayah Desa Sanetan untuk mengambil sampel barang ke Argawastu, perusahaan tambang di wilayah setempat.

“Pengakuan itu mencurigakan. Soalnya, waktu itu sudah jam setengah tiga dini hari. Dan warga menjumpai mereka setelah terjadi pengejaran maling sapi yang masuk menyatroni desa kami,” tuturnya.

Janadi mengaku sempat pula membawa dua orang yang diduga komplotan maling sapi ke Mapolsek Sluke, tetapi karena tidak cukup bukti, maka keduanya dibebaskan setelah menandatangani pernyataan.

“Kami berharap kepada pihak kepolisian agar cepat mengungkap dan menangkap pelaku pencurian sapi. Warga benar-benar resah. Aktivitas masyarakat sedikit terganggu,” tegasnya.

Apalagi, menurutnya, warga di hampir semua desa di lereng Pegunungan Lasem yang masuk ke wilayah Kecamatan Sluke, mulai dari Trahan, Jurangjero, Sanetan, Langgar, Sendangmulyo, dan Labuhan Kidul, memiliki keresahan yang sama.

Kapolsek Sluke AKP Bibit AS mengaku tengah melakukan penyelidikan kasus pencurian sapi yang terjadi di wilayah hukumnya. Ia pun berharap warga tidak terlalu resah, karena polisi sedang bergerak melakukan penyelidikan.

“Kami tidak diam. Penyelidikan kami lakukan. Warga jangan terlalu resah. Siskamling saja digiatkan. Kami juga sudah mengerahkan anggota untuk lebih giat patroli di jam-jam rawan,” tegasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan