Luas Tanam Padi di Rembang Tahun Ini Melebihi Target

Rabu, 27 Januari 2021 | 15:20 WIB

Lahan padi di Kelurahan Sidowayah Kecamatan Rembang mulai memasuki masa panen. Para petani memberi jaring pengaman dari hama emprit, Rabu (27/01/2021) sore. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Luas tanam padi di Kabupaten Rembang pada musim tanam pertama tahun ini melebihi target.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto menyebutkan, hingga akhir Januari ini, luas tanam padi di Rembang mencapai 29.441 hektare.

Luas tanam tersebut kata Agus Iwan, melebihi target luas tanam padi yang sebelumnya dibebankan kepada Dintanpan Rembang.

Dia juga menyebutkan, Kabupaten Rembang memiliki lahan sawah seluas 28.728 hektare, yang mana pada musim tanam pertama di tahun ini sudah tertanami semuanya.

“Sampai dengan hari ini (Rabu, 27 Januari 2021) sudah 29.441 hektare. Sudah 100 persen lahan sawah tertanami. Melebihi target malah, karena ada tambahan tanam di persil atau tanah Perhutani. Kalau luas sawah kita 28.728 hektare,” jelasnya kepada mataairradio.com.

Pada awal Januari ini, Iwan mengungkapkan, sempat ada kendala keterlambatan stok pupuk di tingkat pengecer. Namun sudah teratasi, dengan penambahan armada distribusi pupuk.

“Untuk kendala mungkin awal Bulan Januari sempat ada keterlambatan stok pupuk di pengecer. Alhamdulillah sudah teratasi dengan menambah armada distribusi pupuk. Untuk hama, sampai dengan saat ini dilaporkan masih sangat terkendali,” terangnya.

Dengan curah hujan yang cenderung tinggi pada akhir-akhir ini, pihaknya mengimbau kepada para petani, supaya mewaspadai serangan jamur, busuk leher, dan wereng coklat.

“Info dari petugas pengamat hama kami, beberapa yang perlu diwaspadai jamur, busuk leher, dan wereng coklat,” tutur Iwan.

Sebagai upaya dini, pihak Dintanpan Rembang sudah menginstruksikan kepada para petugas Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk aktif menjalin komunikasi dengan petani untuk memantau pertumbuhan tanaman.

Selain itu, para petani diminta segera menghubungi petugas PPL, apabila melihat adanya gejala hama dan belum mengetahui cara penanganannya.

“Kami sudah minta ke para penyuluh kita untuk aktif bersama petani melihat pertumbuhan tanaman, sehingga jika dijumpai hama agar bisa ditangani lebih dini,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan