Lima Kecamatan di Rembang Mulai Dilanda Kekeringan

Senin, 31 Agustus 2020 | 14:09 WIB

Bantuan air bersih untuk masyarakat Rembang yang dilanda kekeringan. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bencana kekeringan mulai melanda Kabupaten Rembang, setidaknya sudah sejak bulan Mei dan akan mencapai puncak pada September 2020.

Berdasarkan keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Rembang, ada sebanyak sepuluh desa di Kabupaten Rembang yang terdampak bencana kekeringan.

Dari sepuluh desa yang kekurangan air bersih tersebut, sembilan diantaranya adalah Desa Woro dan Sendangwaru di Kecamatan Kragan, Desa Sendangcoyo dan Selopuro di Kecamatan Lasem.

Kemudian di Kecamatan Rembang desa terdampak kekeringan terjadi di Desa Turusgede dan Ngotet, Desa Pedak dan Mranti di Kecamatan Sulang dan Desa Banggi di Kecamatan Kaliori.

Hal itu diketahui dari masing-masing pemerintah desa tersebut yang mengajukan bantuan air bersih kepada pihak BPBD Rembang.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan pada BPBD setempat Pramujo menyatakan, pihaknya sudah memberikan surat edaran kepada seluruh camat di Kabupaten Rembang untuk mendata daerah-daerah yang mengalami kekeringan.

Dari hasil pendataan itu, nantinya akan digunakan sebagai acuan pendistribusian bantuan air bersih bagi desa yang mengalami bencana kekeringan.

Untuk prosedur pegajuan bantuan air bersih, Pramujo menjelaskan, meminta pihak pemerinta desa (Pemdes) agar mengajukan surat resmi kepada BPBD, dengan menyertakan informasi jumlah RT dan KK yang terdampak.

“Nanti prosedurnya pihak desa melampirkan surat resmi dan menyertakan jumlah KK kemudian RT/RW mana yang terdampak sehingga bantuan air bersih juga sesuai dengan kebutuhan,” ungkapnya.

Di tahun 2020, pihak BPBD sendiri mengalokasikan dana senilai Rp200 juta untuk penanggulangan kekeringan. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya pada 2019 yang sebesar Rp100 juta.

Hal ini dikarenakan di tahun 2019 lalu, nilai anggaran dana untuk penanganan bencana kekeringan tidak mampu mengakomodir jumlah desa yang terdampak, yang sebanyak 84 desa di 14 kecamatan.

Kondisi itu, membuat pihak BPBD Rembang pada waktu itu meminta bantuan dari PDAM setempat dan pihak swasta melalui tanggung jawab sosial atau CSR.

“Ya karena anggaran kemarin kurang, jadi kita minta bantuan berbagai pihak. Untuk tahun 2020 ini anggaran kita naikkan dan semoga saja mencukupi,” terangnya.

BPBD sendiri memprediksi, bencana kekeringan di tahun 2020 tidak akan separah tahun sebelumnya (2019).

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim hujan akan mulai terjadi pada akhir Oktober atau awal November 2020 mendatang.

 

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan