Lagi, Pengedar Togel Dibekuk

Rabu, 9 November 2016 | 16:55 WIB
Tersangka pengedar kupon judi togel Solikin (37) warga Desa Ngulaan Kecamatan Bulu (dua dari kanan) saat diperiksa oleh polisi di Mapolsek Sulang, Selasa (8/11/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

Tersangka pengedar kupon judi togel Solikin (37) warga Desa Ngulaan Kecamatan Bulu (dua dari kanan) saat diperiksa oleh polisi di Mapolsek Sulang, Selasa (8/11/2016) malam. (Foto: mataairradio.com)

 

SULANG, mataairradio.com – Petugas dari Kepolisian Resor Rembang kembali membekuk pengedar kupon judi toto gelap. Kali ini pihak Polsek Sulang yang menangkapnya, Selasa (8/11/2016) malam.

Kapolsek Sulang AKP Haryanto kepada mataairradio.com mengungkapkan, pengedar kupon judi togel yang ditangkap bernama Solikin (37) warga Desa Ngulaan Kecamatan Bulu.

Menurutnya, yang bersangkutan ditangkap di sebuah warung kopi, sebelah selatan gudang PT Sadana Arifnusa, masuk wilayah Desa Kemadu Kecamatan Sulang.

Penangkapan ini, katanya, berbekal informasi dari masyarakat mengenai adanya transaksi kupon judi togel di warung kopi tersebut yang lalu ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh polisi.

“Tersangka tidak bisa mengelak setelah ditemukan barang bukti berupa uang tunai Rp39.000 dan satu unit ponsel serta kertas rekapan angka togel,” katanya, Rabu (9/11/2016).

Saat sekarang, tersangka pelaku dan barang bukti sudah dititipkan di Polres Rembang. Polisi menjerat pelaku dengan ancaman Pasal 303 KUHP yakni hukuman maksimal 10 tahun penjara.

“Pemberantasan berbagai macam tindak perjudian terus kami gencarkan karena menjadi salah satu fokus dari Polri. Kami berharap masyarakat jera dengan tindakan tegas bagi pelaku judi,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang sopir dibekuk oleh petugas dari Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Rembang karena menyambi sebagai pengedar kupon judi toto gelap (togel) hongkong.

Tersangka pelaku berinisial S (48) warga RT 4 RW 2 Desa Ngadem Kecamatan Rembang. Yang bersangkutan ditangkap saat mengedarkan judi togel di sebuah warung di Dukuh Bangker Desa Sendangagung Kecamatan Kaliori, Senin malam 7 November 2016.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan