Kuburan Rupi’ah Akhirnya Dibongkar

Selasa, 4 Agustus 2020 | 14:54 WIB

Lokasi pembongkaran makam Almarhumah Rupi’ah, di Kompleks Pemakaman Desa Pohlandak, Kecamatan Pancur, dijaga ketat petugas Kepolisian, pada Selasa (4/8/2020). (Foto: mataairradio.com)

PANCUR, mataairradio.com – Kuburan Almarhumah Rupi’ah (28), yang sebelumnya diberitakan meninggal karena bunuh diri akhirnya dibongkar, pada Selasa (4/8/2020) pagi, di Kompleks Makam Desa Pohlandak, Kecamatan Pancur.

Pembongkaran makam itu atas permintaan pihak keluarga, lantaran curiga dengan motif kematian Rupi’ah, pada pekan lalu.

Ali Akhyar, kakak ipar korban mengatakan, pihaknya sama sekali tidak bermaksud menuduh seseorang. Keluarga hanya bermaksud mencari kepastian dan keadilan.

Menurut Ali, banyak kejanggalan pada kasus kematian adik iparnya. Salah satunya ada bekas luka lebam di punggung sebelah kanan pada tubuh korban.

“Yang jelas dari pihak keluarga tidak ada keinginan sedikit pun untuk menuduh, untuk memenjarakan seseorang. Yang saya inginkan ini hanyalah keadilan, kebenaran, kejelasan masalah kasus ini. Harus sejelas-jelasnya.

Kalau memang itu mati bunuh diri ya kami menerima, tapi kalau itu memang mati kasus penganiayaan ya harus dihukum sesuai hukum yang berlaku di Indonesia. Yang menjadi ganjalan itu, antara mati dibunuh apa bunuh diri. Itu yang jelas banyak kejanggalannya,” terangya.

Kepala Desa Pohlandak-Pancur Mundasir mengungkapkan, rumah tangga Almarhumah Rupi’ah memang sering mengalamai cekcok.

“Kalau korban memang dari rumah tangganya sering melakukan cekcok. Artinya mungkin dengan ucapan-ucapan, mungkin juga ada kaitannya dengan kelakuan-kelakuan. Yang tahu persis tetangga sekitar,” ungkapnya.

Mundasir mengaku, Pemerintah Desa Pohlandak belum pernah memintai keterangan dari suami Rupi’ah, terkait cekcok rumah tangga yang kerap terjadi.

“Sampai sekarang desa belum pernah untuk mencari pertanyaan dan jawaban dari suaminya, dikarenakan itu bukan warga sini (Pohlandak), warga Desa Warugunung.

Sedangkan yang istrinya memang domisilinya di sini (Desa Pohlandak). Biodata kependudukan Desa Pohlandak, itu sudah cerai selama dua tahun untuk pada suami pertama. Terus yang dengan ini (suami kedua) disiri,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang AKP Bambang Sugito menjelaskan, pembongkaran makam tersebut untuk keperluan autopsi atau pemeriksaan tubuh mayat dengan jalan pembedahan tubuh untuk mengetahui penyebab kematian seseorang.

Ia melanjutkan, hasil dari proses autopsi itu nantinya akan pihaknya sinkronkan dengan hasil penyelidikan sementara yang telah dilakukan sebelumnya.

“Kalau autopsi itu tujuannya untuk mengetahui sebab kematian tapi dari dalam (Tubuh, red.). Nanti hasilnya akan saya sinkronkan dengan hasil penyelidikan sementara yang sudah selama ini kami lakukan,” tuturnya.

Bambang menegaskan, hasil penyelidikan sebelumnya memang mengarah ke bunuh diri. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan dokter puskesmas dan keterangan beberapa saksi.

“Kalau dari hari kejadian, itu dari dokter puskesmas, kemudian dari beberapa keterangan saksi yang sudah kami rangkai. Ini simpulan luar kesehatan, ya memang kematiannya normal mengarah ke bunuh diri,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan