Kondisi Jembatan Sidorejo Sedan Retak Dikeluhkan Warga

Rabu, 2 Juni 2021 | 18:40 WIB

Seorang pengendara sepeda motor saat melewati Jembatan Sidorejo di Kecamatan Sedan, yang kondisinya retak, sehingga ditaruh lempengan pelat baja sebagai penahan. (Foto tangkap layar pada video unggahan akun facebook “Joko Bengkel”.)

 

SEDAN, mataairradio.com – Kondisi Jembatan Sidorejo di Kecamatan Sedan dinilai membahayakan para pengguna jalan, lantaran kondisinya yang sudah berlubang dan retak pada sejumlah sisi jembatan.

Kerusakan tersebut sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu, namun hingga kini pemerintah baru memasang pelat baja untuk menutupi lubang jembatan sebagai upaya mengurangi potensi terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sejumlah warga meluapkan kekhawatirannya melalui media sosial atas kondisi kerusakan Jembatan Sidorejo-Sedan yang belum segera tertangani.

Salah satunya akun facebook bernama “Joko Bengkel”, pada 24 Mei 2021 yang lalu, mengunggah sebuah video berdurasi satu menit 19 detik, yang berisi keluhan atas kerusakan Jembatan Sidorejo-Sedan.

Sementara itu, Syamsudin salah seorang pengguna jalan menuturkan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak tiga tahunan yang lalu.

Ia mengaku khawatir tiap kali melintasi jembatan, pasalnya banyak truk-truk bermuatan yang juga mengakses jembatan yang kondisinya sudah retak itu.

“Mulai dipasang pelat itu sudah ada tiga tahunan. Saya pas lewat ya hanya dipasangi pelat besi itu saja, penanganan lainnya sepertinya belum ada. Yang jelas khawatir, soalnya truk muatan ya lewat sana,” keluhnya.

Warga asal Desa Kedungringin Kecamatan Sedan ini membeberkan, selain dumtruck atau colt-diesel, truk jenis tronton juga turut mengakses Jembatan Sidorejo.

Menurutnya, hal itu karena Jembatan Sidorejo merupakan penghubung Jalur Sedan-Pandangan.

“Ada truk-dump, kalau tronton lewat sini kosong nggak muatan. Ini (Jembatan Sidorejo, red.) kan akses Sedan-Pandangan. Ada jalur alternatif Sedan-Kragan yang depan Pasar Sedan. Tapi ramai yang mengakses Sedan-Pandangan, Jalur Sedan-Kragan sepit soalnya,” bebernya.

Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Rembang segera turun-tangan untuk menuntaskan penanganan atas kerusakan Jembatan Sidorejo. Pasalnya, semakin hari, kerusakan di jembatan itu kian bertambah parah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTaru) Kabupaten Rembang Sugiharto saat dikonfirmasi mataairradio.com menjelaskan, penanganan Jembatan Sidorejo di Jalur Sedan-Pandangan akan segera pihaknya tangani.

Ia mengungkapkan, saat ini DPUTaru melalui Bidang Bina Marga sedang menyelesaikan perencanaannya.

Sugiharto mengatakan, awal Juni penanganan Jembatan Sidorejo-Sedan akan pihaknya mulai, bersamaan dengan dua jembatan lainnya.

Yakni Jembatan di Dukuh Gundi, Desa Kedungrejo-Rembang dan satu jembatan di Kecamatan Sale.

“Anggaran untuk pemeliharaan jalan hanya Rp350 juta sementara ada tiga jembatan yang harus kita tangani. Di antaranya Sidorejo, Gundi yang hanyut banjir, sama Jembatan Sale yang ambrol. Awal Juni ini sudah akan kita lakukan, termasuk pengaturan lalu lintasnya,” terangnya.

Penanganan kerusakan di tiga jembatan tersebut sifatnya sebatas pemeliharaan atau perbaikan, tidak pembangunan ulang.

“Kalau dibangun ulang nggak cukup anggrannya. Karena kalau jembatan biayanya miliaran sedang anggarannya kita Rp350 juta, terbatas. Itu pun untuk penanganan tiga jembatan,” pungkasnya.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan