Komplotan Pencuri Besi Pabrik Semen 10 Kali Beraksi

Kamis, 8 Desember 2016 | 12:03 WIB
Gelar ungkap kasus pencurian besi proyek pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Mapolres Rembang, Kamis (8/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Gelar ungkap kasus pencurian besi proyek pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk di Mapolres Rembang, Kamis (8/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Komplotan pencuri besi di lokasi proyek pabrik semen milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang ditangkap oleh pihak Polres Rembang baru-baru ini, ternyata sudah 10 kali beraksi.

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto pada jumpa pers Kamis (8/12/2016) pagi mengungkapkan, mereka beraksi sejak awal November hingga 3 Desember 2016 dan akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian.

“Pencurian terjadi sejak awal November hingga 3 November kemarin. Barang bukti kita sita dengan kerugian sekitar Rp50 juta. Kami pun curiga mereka ini terkait pencurian kabel tembaga, sehingga kami kembangkan,” katanya.

Sugiarto menekankan, dari 10 kali aksi pencurian oleh komplotan yang sejatinya terdiri atas enam orang tetapi baru tiga orang yang ditangkap, keseluruhannya dilakukan pada malam hari dengan memanfaatkan orang dalam.

“(pencurian) Selalu dilakukan pada malam hari. Ada orang dalam (penjaga malam dan sudah ditangkap, red.), sehingga pelaku tahu kapan jam ‘aman’ dan sepi dari patroli keamanan. Mereka mencuri karena alasan ekonomi,” terangnya.

Pada kesempatan itu, pihak kepolisian juga mengungkapkan bahwa besi untuk pembangunan pabrik semen yang dicuri itu dijual ke pabrik di Surabaya melalui seorang pengepul yang bernama Mulyanto, warga Kecamatan Pamotan.

“Mereka melakukan pencurian dengan sarana pikap jenis Daihatsu dengan nomor polisi DA 9420 AS. Hasil curian itu dijual ke Mulyanto,” imbuh Kapolres.

Kepada awak media, Mulyanto mengaku menjual hasil pencurian ke sebuah pabrik peleburan besi di Surabaya dengan harga Rp2.500 per kilo, tetapi ia membantah telah dipesan secara khusus oleh pabrik peleburan itu.

“Nggak dipesani kok. Saya jual di pabrik peleburan besi di Surabaya. Harganya Rp2.500 per kilo. Saya baru satu bulan ini menampung besi dari mereka (komplotan pelaku pencurian besi proyek pabrik semen, red.),” akunya.

Mulyanto kini ditahan dan diancam jerat Pasal 481 tentang Penadahan, sedangkan tiga orang pada komplotan pelaku pencurian tersebut dijerat Pasal 363 KUHP yang ancaman hukumannya paling lama tujuh tahun penjara.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan