Kelayakan Perangkat PLTU Sluke Perlu Diuji Ulang

Jumat, 26 Agustus 2016 | 16:38 WIB
Cerobong asap PLTU Sluke. (Foto: Pujianto)

Cerobong asap PLTU Sluke. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Sebagian perangkat pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke perlu diuji ulang setelah kasus kecelakaan kerja yang menewaskan satu orang karyawan dan melukai tiga orang lainnya pada Kamis siang 19 Agustus lalu.

Berdasarkan pemantauan tim dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Rembang dan keterangan dari bidang teknik pihak PLTU kepada tim tersebut, ditemukan indikasi disfungsi perangkat.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Rembang Waluyo melalui Kepala Bidang Hubungan, Pembinaan, dan Pengawasan Tenaga Kerja, Abdul Malik menyebutkan, sesuai keterangan dari bidang teknis PLTU PJB, alat yang menyemburkan uap itu berbentuk tabung ketel.

Tabung tersebut, katanya, terdiri atas beberapa katup. Sebelum katup tersebut meletup dan menyemburkan uap panas, petugas teknis sudah terlebih dahulu mematikannya.

Indikasi angka nol sudah muncul di display alat. Namun ketika katup dibuka, ternyata justru terjadi letupan uap panas dan melukai empat orang karyawan.

“Kami sudah menanyakan; alat ini produk mana. Ternyata didatangkan dari China. Bisa saja, sudah tidak ada kesesuaian antara yang tertera pada display alat dengan kenyataan,” paparnya.

Malik mengakui, selama beberapa tahun terakhir memang baru sekali ini terjadi kecelakaan kerja di PLTU Sluke, sehingga mereka sempat usul mendapatkan piagam zero accident atau nol kecelakaan kerja.

Sementara itu, tentang korban kecelakaan kerja yang meninggal dunia, Malik berjanji melakukan pengawalan guna memastikan hak-hak pekerja diperoleh.

“Untuk uang santunan sepertinya belum diberikan oleh PLTU kepada korban. Kami akan memastikan korban mendapatkan hak-hak itu. Kami akan coba klarifikasi kepada keluarga korban, terkait hak apa yang belum didapatkan,” tegasnya.

Sebelumnya, melalui siaran pers, pihak PLTU Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Sluke menyatakan bahwa insiden kecelakaan kerja itu mengagetkan managemen. Sebab, pemeliharaan dan dan stat up mesin pembangkit tidak kali ini saja dilakukan.

Pihak PLTU Sluke sudah berulang-kali melakukan pemeliharaan dan star up mesin pembangkit guna menjamin keandalan pasokan listrik. SOP atau Standar Operasional Prosedur (SOP) perawatan mesin pun telah dijalankan.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan