Kasus Oknum Kades Diduga Selingkuh Akhirnya Dipanggil Pemkab

Selasa, 2 Februari 2021 | 17:13 WIB

Kepala Dinpermades Rembang Sulistiyono saat memberikan penjelasan ihwal kasus oknum Kades diduga selingkuh kepada para wartawan, pada Selasa (02/02/2021) pagi, di ruang kerjanya. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Oknum kepala desa dari Kecamatan Kragan yang sempat menghebohkan dunia maya, karena diduga sedang berselingkuh di dalam mobil akhirnya dipanggil oleh pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang, Sulistiyono membenarkan bahwa pihaknya telah memanggil oknum Kades tersebut, pada Selasa (02/02/2021) pagi, untuk dimintai keterangan.

Sulistiyono menyampaikan, butuh proses investigasi mendalam untuk dugaan selingkuh. Apalagi kedua pihak yakni keluarga oknum Kades dan wanita yang diajak di dalam mobil tersebut tidak mempermasalahkan.

“Jangan langsung diartikan ketika berdua di dalam mobil, sebagai tindakan selingkuh. Sama seperti saya kalau di tengah jalan ada orang nunut (Menumpang, red.) misalnya, kan nggak bisa disebut selingkuh. Ya pakai asas praduga tidak bersalah,” terangnya.

Saat disinggung adanya pihak terkait yang tidak suka terhadap oknum Kades kemudian mencoba melakukan provokasi, Sulistiyono mengungkapkan, memang ada beberapa permasalahan di internal desa.

Ia pun meminta kepada Kades supaya segera melapor kepada Camat atau pihak Polsek setempat, apabila terdapat permasalahan yang terjadi di desanya.

“Ya kita memang setelah kejadian itu memang ya ada riak-riak kecil ya. Yang namanya di desa ada permasalahan-permasalahan. Ada permasalahan segera dilaporkan,” pungkasnya.

Kepada wartawan, oknum kades yang diduga selingkuh tersebut membantah telah membawa kabur istri orang. “Yang tersebar di Medsos, saya dianggap melarikan istri orang, nggak benar,” tegasnya.

Ia menceritakan, pertemuan itu bermula saat dirinya sedang perjalanan dari Sluke, mengetahui ada wanita yang merupakan warganya sendiri berada di dalam warung pinggir jalur Pantura Desa Sumurtawang, Kecamatan Kragan.

Wanita tersebut tidak sendiri, melainkan bersama seorang kawannya. Ia kemudian berhenti dan mengajak wanita itu masuk sebentar ke dalam mobilnya, untuk bicara empat mata.

“Baru naik satu atau dua menit, tiba-tiba bres bres bres gitu. Kalau saya dianggap meresahkan ya minta maaf, terutama bagi masyarakat di kampung kami. Setelah kejadian ini, saya sama warga ya nongkrong biasa. Di desa nggak ada masalah, ini kan salah paham,” imbuhnya.

Sebelumnya, rangkaian video berisi seorang Kades dari Kecamatan Kragan dicegat di tengah jalan karena sedang berduaan di mobil dengan istri orang.

Video merekam seorang pria duduk di bangku sopir mobil berwarna merah marun, sedangkan di sebelahnya duduk seorang wanita berbaju kuning. Keduanya sedang dilabrak oleh sejumlah pria hingga mobil miliknya menjadi bulan-bulanan masa.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan