Kades Terpilih Dilantik, Diingatkan Tidak Gampang Marah

Jumat, 16 Desember 2016 | 16:40 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz mengambil sumpah jabatan 43 kepala desa terpilih hasil Pilkades 30 November 2016 di Pendapa Museum Kartini Rembang, Jumat (16/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengambil sumpah jabatan 43 kepala desa terpilih hasil Pilkades 30 November 2016 di Pendapa Museum Kartini Rembang, Jumat (16/12/2016). (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – 43 orang kepala desa terpilih di Kabupaten Rembang dilantik pada Jumat (16/12/2016) pagi. Pelantikan digelar di Pendapa Museum Kartini Rembang.

Berdasarkan pantauan, tidak ada kepala desa terpilih yang tidak menghadiri pelantikan. Puluhan anggota polisi dari Polres Rembang tampak di lokasi melakukan pengamanan.

Pelantikan dilakukan dengan mengambil sumpah janji para kepala desa oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. Pelantikan juga dilakukan terhadap ketua PKK di masing-masing dari 43 desa.

“Masyarakat sudah siap memilih pemimpin di desa, sehingga aman. Kami ingatkan kepada kepala desa jabatan itu bukan hak, tapi amanah,” ujar Bupati saat memberikan sambutan pelantikan.

Pada kesempatan itu, Abdul Hafidz juga meminta agar tidak mudah marah, terutama ketika dikritik warganya, bahkan termasuk ketika diberikan saran oleh masyarakatnya.

“Marah itu mempercepat kematian. Kalau ada kritik, diambil saja sebagai hikmah dan motivasi. Masukan tidak boleh langsung ditelan. Harus ada klarifikasi,” tandasnya masih saat sambutan.

Ia pun meminta agar kepala desa yang baru dilantik tidak malas dalam bekerja. Kades dituntut inovatif dan menggerakkan seluruh potensi yang ada di desa.

“Jangan sampai suka ke kafe karaoke. Ibu-ibu ini, mesti diawasi bapak-bapaknya. Selain itu, semua warga mesti dirangkul. Jangan ada intimidasi atau ancam-ancaman,” pungkasnya.

Hafidz juga mengingatkan kepada kepala desa agar menggunakan secara sebaik-baiknya dana desa. Ia mewanti-wanti kades agar tidak berpikir cepat-cepat mengembalikan modal pencalonan.

“Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana bapak ibu ini memahami tentang aturan di pemerintahan agar tidak salah menjalankan tugas sehari-hari,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan