Ini Tujuh Usulan Proyek Strategis Bupati Rembang ke DPR RI

Kamis, 18 November 2021 | 20:48 WIB

Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Direktur PDAM saat memberikan pemaparan di hadapan para Anggota Komisi V DPR RI, di Aula Hotel Pollos Rembang, pada Kamis (18/11/2021) siang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz mengusulkan tujuh proyek strategis kepada Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indoneisa atau DPR RI, saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) di kabupaten ini, pada Kamis (18/11/2021) siang.

Kunker oleh rombongan Komisi V DPR RI itu dipimpin oleh Muhamad Arwani Thomafi selaku wakil ketua komisi. Ada sebanyak 16 anggota dewan dari berbagai partai politik dan dapil yang melakukan kunjungan ke Kota Garam.

Saat menyampaikan paparannya, Hafidz mengusulkan tujuh proyek strategis di hadapan para anggota dewan. Di antaranya adalah, proyek penataan Pasar Kota Rembang, optimalisasi mata air sumber semen untuk air minum, dan pengembangan TPA Landoh.

Kemudian pembangunan jalan lingkar Rembang-Lasem, pembangunan embung, pengembangan Pelabuhan Rembang, serta penambahan lampu penerangan jalan umum atau LPJU.

Bupati mengatakan, tuju usulan tersebut memiliki masing-masing latar-belakang yang sifatnya urgen. Maka dari itu, ia berharap ketuju usulan itu dapat diterima dan nantinya dapat direalisasikan.

Ia menjelaskan, misalnya seperti optimalisasi mata air sumber semen penting dilakukan untuk mencukupi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Rembang.

“Sejauh ini PDAM Rembang hanya mengandalkan sumber air permukaan, yang ketersediaan airnya tidak pasti. Sampai saat ini cakupan pelayanan PDAM baru mencapai 14 persen,” terangnya.

Kebutuhan air bersih di Rembang sendiri meningkat pada setiap tahunnya. Bahkan pemerintah mencatat, pada 2017 ada sebanyak 19.904 pengakses air bersih pada PDAM, kemudian meningkat di 2018 menjadi 20.607 pengguna.

Dua tahun berikutnya juga mengalami peningkatan berturut-turut, di tahun 2019 meninngkat menjadi 21.810 dan di tahun 2020 meningkat lagi menjadi 24.991 pengguna.

Sedangkan urgensi pembangunan Jalan Lingkar Rembang-Lasem dan penambahan LPJU, Bupati mengacu pada tingginya angka kecelakaan serta kian padatnya jumlah kendaraan di Jalur Pantura Rembang.

Berdasar yang ia catat, pada 2019 terjadi 423 kasus kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan 113 nyawa manusia melayang di jalanan, sedangkan sepanjang tahun 2020, ada 365 kejadian kemalangan lalu lintas yang mana mengakibatkan 93 pengguna jalan meninggal dunia.

“Laju harian rata-rata lalu lintas cukup tinggi di dalam Kota Rembang. Lalu lintas angkutan barang melalui dalam kota, ini berpengaruh terhadap keamanan zona sekolah dan perdagangan kurang terjamin,” paparnya.

Bupati menambahkan hingga saat ini jumlah titik LPJU yang tersebar di jalan umum Kabupaten Rembang baru 4.976 titik. Padahal angka ideal kebutuhan LPJU di kabupaten ini sebanyak 19.075 titik. Artinya masih ada kekurangan 14.099 LPJU.

“Akibat kondisi jalan yang gelap, kriminalitas terjadi di malam hari pada jalan yang tidak berpenerangan. Juga kecelakaan akibat kondisi jalan yang tidak terlihat pada malam hari,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Muhamad Arwani Thomafi membenarkan memang ada banyak fasilitas umum di Rembang yang harus dibenahi.

Menurut politisi asal Kecamatan Lasem-Rembang ini, adanya fasilitas umum yang memadai mampu memberi kenyamanan bagi masyarakat.

“Banyak hal yang harus kita perbaiki terkait dengan fasilitas, agar masyarakat bisa betul-betul mendapat fasilitas yang lebih baik,” katanya.

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan