Hafidz Minta Aturan Larangan Cantrang Kembali Diperpanjang

Jumat, 28 Oktober 2016 | 21:38 WIB
Kapal cantrang yang membongkar hasil tangkapan ikannya di Pelabuhan Pendaratan Ikan Tasikagung Rembang, belum lama ini. (Foto: Pujianto)

Kapal cantrang yang membongkar hasil tangkapan ikannya di Pelabuhan Pendaratan Ikan Tasikagung Rembang, belum lama ini. (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Bupati Rembang Abdul Hafidz memohon kepada Pemerintah Pusat agar kembali memperpanjang aturan yang melarang penggunaan jaring cantrang.

Ia yang ditemui para pewarta seusai meninjau Pelabuhan Pendaratan Ikan Tasikagung, Jumat (28/10/2016) pagi menyebutkan, Desember nanti adalah dua tahun terhitung sejak aturan larangan penggunaan cantrang dikeluarkan.

“Tapi ternyata, sampai saat ini pengguna cantrang bebannya (utang, red.) masih tinggi. Melihat ini, kami mohon kepada Pemerintah Pusat agar bisa memperpanjang lagi penerapan aturan itu,” tandasnya.

Hafidz berpendapat, sebenarnya ada keinginan dari para pengguna cantrang untuk mengganti alat tangkap itu seiring dikeluarkannya Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun 2015.

“Niatan nelayan berubah (penggunaan alat tangkap). Ini baru ada lima yang berubah menggunakan alat tangkap jenis lain dari 300 kapal yang menggunakan cantrang. Mereka punya harapan besar ada tambahan waktu,” paparnya.

Namun di tengah permohonannya itu, Bupati mengaku siap patuh dengan keputusan Pemerintah Pusat. Pasalnya, kalau sudah bicara regulasi, ia menyatakan tidak bisa bicara banyak.

“Pemerintah Pusat punya kewenangan, tetapi kami boleh kan memohon. Ini kondisi kritis. Kami mohon agar (moratorium pemberlakuan aturan larangan cantrang) diperpanjang,” katanya.

Ia menegaskan, permohonan kepada Pemerintah Pusat agar memperpanjang lagi penerapan larangan cantrang sudah disampaikan ke Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti secara langsung.

“Intinya, pengguna cantrang masih belum siap jika larangan itu sudah berlaku pada akhir tahun ini. Utang untuk membuat alat cantrang masih banyak. Perekonomian Rembang bisa terganggu karena larangan cantrang,” pungkasnya.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan