Dua Ibu Pembunuh Bayi di Rembang Diringkus Polisi

Selasa, 1 September 2020 | 16:37 WIB

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre saat menanyai kedua tersangka kasus pembunuhan bayi seusai gelar pekara, pada Selasa (1/9/2020) pagi, di Mapolres Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Polisi Resor Rembang berhasil meringkus dua orang ibu yang membunuh masing-masing bayi yang dilahirkannya.

Atas tindakan kejinya, kedua tersangka, saat ini (1/9/2020) ditahan oleh pihak Satuan Reserse Kriminal di Mapolres Rembang.

Dua orang tersangka pembunuh bayi itu berinisial RS, ibu yang tega membuang bayi perempuan anak kandungnya, melalui ventilasi kamar mandi, di lantai dua sebuah indekos, di Desa Karangharjo, Kecamatan Kragan.

Sedangkan tersangka satunya yakni IKN juga seorang ibu yang membunuh bayi laki-lakiya dengan merendamnya di dalam ember yang berisi air di dalam kamar mandi sebuah mes karyawan rumah makan, di Desa Trahan, Kecamatan Sluke.

Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre menjelaskan, kedua tersangka tersebut sengaja membunuh masing-masing bayi anaknya sendiri lantaran lahir dari hasil hubungan gelap.

Ia mengungkapkan, kedua kasus tersebut terjadi pada waktu yang sama, yakni pada Senin (17/8/2020).

Tersangka IKN merupakan seorang janda warga Kecamatan Sedan, sedangkan RS masih melajang, warga Sigumpar Julu, Kecamatan Sigumpar, Kabupaten Toba Samosir-Sumatra Utara.

“Perkara di mana pelaku melaksanakan atau melakukan tindak kejahatan yang kami persangkakan dalam Pasal 76 C Juncto Pasal 80 Ayat 3 dan 4 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak,” jelasnya.

Kedua tersangka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp3 miliar, dan hukuman pidana ditambah sepertiga lantaran yang melakukan adalah orang tua kandung.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan