Dindukcapil Terbitkan Suket Kolektif 1.500 Pemilih Pemula

Selasa, 29 Mei 2018 | 15:44 WIB

Suasana warga mengakses layanan e-KTP di Kantor Dinpendukcapil Kabupaten Rembang. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Rembang menerbitkan surat keterangan (Suket) kolektif bagi 1.500-an pemilih pemula yang akan berusia 17 tahun pada 27 Juni 2018.

Kepala Dindukcapil Kabupaten Rembang Daenuri menjelaskan, penerbitan Suket kolektif bagi pemilih pemula yang belum ber-KTP elektronik ini berdasarkan ketentuan dari Kementerian Dalam Negeri, belum lama ini.

“Suket kolektif ini memuat lebih dari satu nama pemilih pemula. Mereka yang dikaver dengan Suket kolektif ini dipastikan masuk dalam basis data kependudukan,” katanya.

Menurutnya, KPU tinggal menyalin Suket sebanyak jumlah nama, lalu membaginya ke setiap TPS, sebagai syarat untuk dapat menggunakan hak suara pada Pilgub 27 Juni mendatang.

“Suket kolektif tersebar di hampir semua desa di seluruh kecamatan. Ada yang satu desa hanya terdapat satu Suket dengan satu atau dua nama. Namun ada pula yang sampai puluhan orang,” terangnya.

Ia menegaskan, Suket kolektif yang sudah diterbitkan ini, tidak didahului dengan kehadiran pemilih pemula yang bersangkutan. Juga tanpa foto atau perekaman.

“Kami berinisiatif menerbitkan Suket kolektif ini lalu mengirimkannya ke tiap desa. Sudah kita kirim,” tandasnya.

Pihaknya berharap tidak ada pihak yang meragukan Suket kolektif ini. Daenuri mempersilakan dilakukannya pengecekan terhadap pemilih pemula yang diberi Suket.

“Mereka yang dilayani hanya yang akan berusia 17 tahun saat coblosan nanti,” tegasnya.

Sementara itu, mengenai 4.101 orang yang tidak tercantum dalam basis data kependudukan, namun sempat muncul dalam daftar penduduk potensial pemilih Pilgub di Rembang, Daenuri menegaskan, data itu sudah tidak bisa diproses sehingga aktif.

Menurutnya, justru kemungkinannya, data itu akan dihapus. Mereka yang tidak tercantum dalam SIAK, kebanyakan karena sudah pindah keluar atau pindah datang, namun belum laporan kepada Dindukcapil secara berlarut-larut.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan