Curah Hujan Rendah, PDAM Khawatir Tersendat Pasok Air

Selasa, 15 Maret 2016 | 20:39 WIB
PDAM Rembang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

PDAM Rembang. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Rembang khawatir tersendat memasok kebutuhan air kepada ribuan pelanggannya pada tahun ini.

Hal itu karena intensitas hujan di kabupaten ini yang rendah masih akan terjadi sampai bulan April nanti.

Rochmad Ipdadi, Kepala Bagian Pelayanan Pelanggan pada PDAM Rembang menyebutkan, debit air di 4 embung besar, masih terbilang minim saat ini.

“4 embung itu yaitu Lodan-Sarang, Banyukuwung-Sulang, Grawan-Sumber, dan Jatimudo-Sulang,” katanya.

Ia pun mengakui, minimnya debit air di 4 embung andalan air baku PDAM itu, karena tingkat curah hujan yang minim.

“Apabila dibandingkan dengan debit pada periode tahun 2015, maka jumlah tampungan embung, kalah jauh, sehingga mengundang kekhawatiran kami,” tandasnya.

Rochmad menyebutkan, hingga Selasa (15/3/2016) pagi, elevasi debit air di Embung Lodan baru mencapai 10 persen dari kapasitas maksimal 5 juta meter kubik.

“Sedangkan elevasi debit Embung Banyukuwung masih 50 persen dari kapasitas maksimal 1,5 juta meter kubik,” sebutnya.

Adapun elevasi debit Embung Grawan sudah mendekati 100 persen dari kapasitas maksimal 350.000 meter kubik. Sementara elevasi debit Embung Jatimudo baru 20 persen dari daya tampung maksimal 165.000 meter kubik.

“Dengan elevasi debit tersebut, air dari 4 embung itu sudah bisa kami olah,” tegasnya.

Namun menurut pihak PDAM, air baku dari 4 embung tersebut hanya mampu mengkaver kebutuhan air bersih bagi 8.000 pelanggan.

“10.000 pelanggan lainnya dipasok dari sumber mata air Sumber Semen di Kecamatan Sale, Mudal di Pamotan, dan Taban di Bulu,” ujar Rochmad.

Sementara itu, sebagai perbandingan, dengan tingkat curah hujan yang cukup pada 2015, PDAM Rembang sempat mengalami ketersendatan stok air, yakni pada bulan November dan Desember.

Ketika itu ribuan pelanggan air bersih dari PDAM Rembang di Kecamatan Kaliori, tidak terlayani.

Pada pertengahan Januari pun, sempat ada ketersendatan pasokan bagi para pelanggan air bersih di wilayah Kecamatan Kaliori.

Namun mulai 25 Januari lalu, pasokan diklaim kembali normal, setidaknya sampai pertengahan Maret ini.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan