Bawaslu Rembang Mengeluh Anggaran Pilkada Minim

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 19:29 WIB
Logo Bawaslu

REMBANG, mataairradio.com – Pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang mengeluhkan minimnya rencana anggaran dana Pilkada 2020 yang dialokasikan untuk Bawaslu.

Ditemui reporter mataairradio.com saat rapat penetapan Caleg DPRD Terpilih di Hotel Gajah Mada Rembang pada Sabtu (10/8/2019) pagi, Ketua Bawaslu setempat Totok Suparyanto menyatakan, jika saat ini pihaknya masih berusaha untuk meminta tambahan anggaran dana.

Anggaran dana yang diajukan Bawaslu sebanya Rp15 miliar, namun saat penetapan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di rapat paripurna DPRD Rembang beberapa waktu lalu Bawaslu hanya mendapatkan alokasi dana sebesar Rp4,5 miliar.

Menurut Totok, berdasarkan perhitungan yang pihaknya lakukan, alokasi dana sebesar Rp4,5 miliar, terbilang kurang untuk biaya pengawasan Pilkada mendatang.

“Yang kami ajukan sebenarnya sebesar Rp15 miliar, namun hanya disetujui sebesar Rp4,5 miliar. Tapi kami masih melakukan lobi bersama KPU juga untuk penambahan anggaran. Semoga di APBD perubahan nanti bisa di tambahi, ” ungkapnya.

Di sisi lain, Ketua KPU Rembang Iqbal Fahmi juga mengaku mengalami hal yang sama terkait pengajuan anggaran.

Pihak KPU Rembang mengajukan anggaran dana untuk Pilkada 2020 sebesar Rp29 miliar, namun masih menunggu proses rapat selanjutnya untuk memastikan berapa nilai anggaran yang akan disetujui.

“Sama dengan Bawaslu, kita masih menunggu undangan untuk pembahasan selanjutnya, semoga anggaran yang kita ajukan diacc,” terangnya.

Anggaran untuk Pilkada Rembang tahun 2015, KPU Rembang awalnya mengusulkan anggaran dana sebesar Rp20, 8 miliar, tapi hanya disetujui Rp17,2 miliar.

Penulis: Mohammad Siroju Munir
Editor: Mukhamad Fadlil

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan