598 Pasutri di Rembang Minta Cerai

Senin, 21 Juni 2021 | 15:25 WIB

Panitera Muda (Panmud) Hukum, Pengadilan Agama Kabupaten Rembang, Moh. Munawir (Berdiri), susai ditemui reporter mataairradio.com untuk memberikan keterangan ihwal angka cerai di Kabupaten Rembang, pada Senin (21/6/2021) siang, di kantor setempat. (Foto: Mukhammad Fadlil)

 

REMBANG, mataairradio.com – Kasus perceraian di Kabupaten Rembang, setidaknya hingga Juni 2021 mengalami peningkatan. Hingga akhir triwulan kedua tahun ini, angkanya sudah mencapai 598 kasus pasangan suami-istri (Pasutri, red.) yang minta pisah.

Panitera Muda Hukum pada Pengadilan Agama Kabupaten Rembang, Moh. Munawir membeberkan, dari angka tersebut 410 di antaranya adalah cerai gugat atau pihak istri yang minta cerai, sedangkan 188 sisanya adalah cerai talak.

Meski begitu, tidak semua kasus perceraian yang terdaftar di Pengadilan Agama Rembang berakhir dengan perpisahan. Ada juga pasutri yang berhasil rujuk, setelah tahapan mediasi.

“Per Juni 2021 ini, dari 598 perkara cerai yang masuk, sudah 468 perkara yang selesai diputus,” terangnya.

Padahal, berdasarkan data yang diterima mataairradio.com, selama setahun kemarin atau tahun 2020, angka perceraian di kabupaten ini sebanyak 1.060 kasus. Perinciannya 326 kasus cerai talak dan 734 kasus cerai gugat.

“Faktornya beragam. Ada yang disebabkan faktor ekonomi, nikah paksa, cacat badan, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga, red.), selingkuh. Tapi yang banyak disebabkan oleh perselisihan dan pertengkaran yang berlangsung terus menerus,” terangnya.

Ketua Fatayat NU Rembang Raabiatul Bisyriyah Sybt mengaku, turut prihatin atas meningkatnya angka perceraian di Kabupaten Rembang. Untuk itu, pihaknya mendukung Program Kemenag yakni pendidikan Catin (Calon Pengantin, red.).

Ia berharap, upaya Kemenag mencegah kasus cerai tersebut bisa dilaksanakan hingga ke tingkat desa, sehingga semakin banyak Catin yang mendapat wawasan tentang tanggungjawab dan segala hal yang berkaitan dengan rumah tangga sebelum menikah.

“Dengan begitu diharapkan mampu menekan angka perceraian. Fatayat siap bekerjasama dengan ​dinas terkait untuk sosialisasi pentingnya penyuluhan terhadap Catin (Calon Pengantin),” ujar Ning Iyah sapaan akrab Raabiatul Bisyriyah Sybt.

Selain itu putri keempat KH. Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus ini, juga meminta supaya instansi terkait tidak mudah memberikan dispensasi nikah untuk mereka yang belum cukup umur.

“Harapannya juga jangan terlalu mudah memberikan dispensasi nikah untuk yang belum cukup umur,” pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang diterima mataairradio.com dari Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Rembang, angka pernikahan hingga Mei 2021 sudah sebanyak 1.972, sedang tahun 2020 lalu mencapai 4.360.

 

Penulis: Mukhammad Fadlil
Editor: Mukhammad Fadlil




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan