203 Desa Belum Terbebas dari BAB Sembarangan

Rabu, 16 Maret 2016 | 18:23 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Kepala Dinas Kesehatan Rembang Ali Syofii saat meninjau salah satu titik lokasi BABS warga di Desa Pamotan, Rabu (16/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

Bupati Rembang Abdul Hafidz didampingi Kepala Dinas Kesehatan Rembang Ali Syofii saat meninjau salah satu titik lokasi BABS warga di Desa Pamotan, Rabu (16/3/2016) pagi. (Foto: Pujianto)

 

PAMOTAN, mataairradio.com – Sebanyak 203 desa di Kabupaten Rembang tercatat belum mendeklarasikan diri sebagai daerah bebas dari buang air besar secara sembarangan (BABS) versi data dinas kesehatan setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang Ali Syofii menyebutkan, catatan desa yang belum bebas dari BABS itu lantaran baru 91 desa yang deklarasi stop buang air besar secara sembarangan dalam kurun 2011-2015.

“Namun secara warga, tingkat akses jamban sehat sudah berkisar 80,6 persen,” terangnya.

Berbicara pada sarasehan kesehatan di Balai Desa Pamotan, Rabu (16/3/2016) pagi, Ali juga menyebutkan bahwa pada tahun ini, 118 desa/kelurahan ditarget deklarasi bebas BABS.

“Sementara 85 desa/kelurahan sisanya, menurut roadmap Pemkab Rembang, ditargetkan bebas dari buang air besar secara sembarangan pada akhir 2017,” tandasnya.

Camat Pamotan Wiyoto menyatakan mendukung upaya membebaskan seluruh desa di wilayahnya dari buang air besar secara sembarangan.

“Sesuai catatan dari pihak dinas kesehatan, dari 23 desa di kecamatan kami, tinggal 8 desa yang belum bebas dari BABS,” ujarnya.

Ia menargetkan, 8 desa itu akan terbebas dari BABS pada tahun ini. Camat mengakui, ada tantangan di Desa Pamotan dalam upaya bebas dari BABS karena dekat dengan dua aliran sungai yang sering dimanfaatkan warga untuk buang air besar.

“Belum lagi jumlah warga Desa Pamotan yang sekitar 10.000 jiwa,” tegasnya.

Namun jika sukses mewujudkannya, maka Pamotan akan menjadi kecamatan pertama di Kabupaten Rembang yang bebas dari BABS.

“Kecamatan Pamotan menyisakan paling sedikit desa yang belum terbebas dari buang air besar secara sembarangan,” imbuhnya.

Bupati Rembang Abdul Hafidz yang merupakan warga Desa Pamotan mengaku sudah meninjau rumah-rumah yang belum memiliki jamban.

Mereka diingatkan agar bersama-sama membebaskan Pamotan dari buang air besar secara sembarangan. Bahkan Bupati menjanjikan hadiah.

“Jika Rembang berhasil bebas dari BABS pada 2017, maka tidak hanya desanya yang akan saya kasih hadiah, tetapi camatnya juga (akan diberi ganjaran),” ujarnya.

Ia sudah meminta agar alokasi anggaran guna bantuan stimulan bagi desa untuk bebas BABS, ditambah Rp4 miliar dari Rp5 miliar menjadi Rp9 miliar.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan