2 RS Baru Berdiri, Perawat Diminta Bersiap

Sabtu, 19 Maret 2016 | 18:58 WIB
Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan ucapan selamat kepada para perawat yang menjadi pengurus PPNI Kabupaten Rembang di Pendapa Museum Kartini, Sabtu (19/3/2016). (Foto: Pujianto)

Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan ucapan selamat kepada para perawat yang menjadi pengurus PPNI Kabupaten Rembang di Pendapa Museum Kartini, Sabtu (19/3/2016). (Foto: Pujianto)

 

REMBANG, mataairradio.com – Dua rumah sakit baru swasta akan segera berdiri masing-masing di wilayah Kecamatan Lasem dan Rembang.

Bupati Rembang Abdul Hafidz mengungkapkannya saat memberikan sambutan pada pelantikan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) setempat di Pendapa Museum Kartini, Sabtu (19/3/2016) pagi.

Rumah sakit baru di Kecamatan Lasem, tepatnya di wilayah Desa Tasiksono, sedangkan yang di Kecamatan Rembang, berlokasi di bilangan Jalan Blora, selatan Mapolres setempat.

“Kedua rumah sakit baru ini, sama-sama sudah memulai pembangunan dan sama-sama 7 lantai,” katanya.

Menyikapi lahirnya 2 rumah sakit baru swasta serta perubahan status rumah sakit umum daerah dan puskesmas menjadi badan layanan umum, ia berharap agar para perawat bersiap.

“Jangan hanya ingin menjadi seorang pegawai negeri sipil. Bisa mengganggu. Tetapi ikhlas saja mengabdi kepada masyarakat, nanti ada jalan yang lain,” katanya.

Ketua PPNI Rembang Tabah Tohamik mengatakan, di kabupaten ini, organisasinya telah berkiprah mewujudkan pelayanan keperawatan sampai ke seluruh pelosok daerah.

“Para perawat yang telah bergabung dalam PPNI, kami kawal agar menjalankan tugas sesuai praktek dan etika profesi,” terangnya.

Ia juga menyebut, pengurus dan perawat yang tergabung di PPNI memiliki potensi mengembangkan keperawatan.

Tohamik pun menyatakan telah meminta anggotanya yang semuanya perawat untuk memberikan pengabdian yang tulus kepada masyarakat.

Soal kapasitas perawat di Rembang, menurutnya, mereka yang bertugas baik di rumah sakit, puskesmas, klinik, maupun yang praktek mandiri telah dipastikan memiliki surat izin praktek perawat.

“Izin praktek diberikan hanya kepada perawat yang punya surat tanda register setelah lolos uji kompetensi,” jelasnya.

Edy Wuryanto, Ketua PPNI Jawa Tengah yang hadir pada pelantikan tersebut menambahkan, para perawat mesti dekat dengan pemerintah guna membantu program penyejahteraan kesehatan masyarakat.

“Selain itu, perawat mesti meningkatkan profesionalisme dan kapasitas,” imbuhnya.

Apalagi, menurutnya, Pasar Bebas ASEAN termasuk bisnis di bidang kesehatan, sudah berlaku efektif mulai 2016. Perawat boleh saling masuk ke negara di Asia Tenggara.

“Filipina yang memiliki SDM unggul perawat karena telah diakui di Timur Tengah dan Australia, bukan tidak mungkin akan masuk Indonesia,” ujar ia.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan