1.262 Orang Tidak Memenuhi Syarat sebagai Pemilih

Selasa, 3 April 2018 | 19:22 WIB

Seorang anggota panitia pemungutan suara (PPS) di Desa Grawan Kecamatan Sumber memasang daftar pemilih sementara (DPS) untuk Pilgub Jateng 2018, baru-baru ini. (Foto: mataairradio.com)

 

REMBANG, mataairradio.com – 1.262 orang ditemukan tidak memenuhi syarat sebagai pemilih untuk Pilgub Jawa Tengah 2018 di Kabupaten Rembang.

Temuan tersebut terungkap dari pengumuman daftar pemilih sementara (DPS) yang berlangsung sejak 24 Maret lalu hingga 2 April kemarin.

Komisioner KPU Kabupaten Rembang Nurul Muasiroh menyebutkan, mereka yang tidak memenuhi syarat sebagai pemilih ini kebanyakan karena meninggal dunia.

“Selain pemilih meninggal dunia juga pemilih tidak dikenal atau pemilih yang tercatat di DPS tetapi nyatanya tidak ada di daerah setempat,” katanya.

Dari masa pengumuman DPS selama 10 hari itu, ditemukan juga 1.597 pemilih baru dan 838 pemilih dengan perbaikan data.

“Data yang diperbaiki umumnya karena kesalahan nama serta alamat misalnya RT atau RW-nya salah,” terangnya.

Menurutnya, data-data ini masih mungkin berubah di masa penyusunan daftar pemilih sementara hasil perbaikan.

“Kami menanti juga hasil pencermatan dari Panwaslu,” katanya.

Nurul juga menyebutkan bahwa pihaknya kembali berkoordinasi dengan pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Rembang menyangkut data 8.030 pemilih potensial non-KTP elektronik yang belum rekam data.

Pihak Dinpendukcapil menyatakan akan menyurati mereka satu per satu, sesuai nama dan alamat. Surat ini akan memuat imbauan kepada mereka untuk secepatnya merekam data guna KTP elektronik.

“Sebab, bila mereka tidak punya KTP elektronik atau surat keterangan, mereka tidak bisa masuk DPT,” katanya pada Selasa (3/4/2018).

Sementara itu, terhadap 1.025 data pemilih yang tidak ada di basis data kependudukan Kabupaten Rembang, Dinpendukcapil akan melakukan pengecekan ulang.

“Rata-rata, yang tidak ada di database ini, karena NIK yang tidak valid. Jika tetap saja bermasalah, data ini akan diselaraskan dengan data Pusat di Kemendagri,” tandasnya.

Nurul menambahkan, setelah pengumuman DPS, akan dilakukan penyusunan daftar pemilih sementara hasil perbaikan di tingkat panitia pemungutan suara (PPS) pada rentang tanggal 3-7 April 2018.

“Kami mempersilakan Panwaslu untuk memberikan masukan terhadap DPS di masa penyusunan tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, dari 482.708 orang pemilih di DPS, Panwaslu menemukan sebanyak 1.838 warga yang belum terakomodir dalam daftar pemilih sementara.

Panwas juga menemukan sebanyak 2.578 nama yang seharusnya tidak memenuhi syarat menjadi pemilih justru masuk dalam DPS.

“Daftar nama itu diketahui karena meninggal dunia, pemilih ganda, di bawah umur, pindah domisili, dan penduduk tidak dikenal,” beber anggota Panwaslu Kabupaten Rembang M Dhofarul Muttaqiin.

 

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan