Waspadai Terorisme, Rembang Awasi Perbukitan

Senin, 17 September 2012 | 10:43 WIB
Upacara bendera 17-an di Alun-alun Kota Rembang, Senin (17/9). (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Komando Distrik Militer 0720 dan Kepolisian Resor Rembang menyatakan mewaspadai secara serius aksi terorisme yang belakangan ini marak di sejumlah daerah di Indonesia.

Komandan Kodim 0720 Rembang, Letkol Arm Dedy Jusnar Hendrawan yang membacakan amanat Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono pada upacara bendera 17-an di Alun-Alun Kota Rembang, Senin (17/9) pagi, menyebutkan sasaran aksi terorisme sangat variatif.

“Sasaran aksi teror bisa institusi, ruang publik orang asing, pusat perbelanjaan, tempat peribadatan, ataupun aparat kepolisian sebagaimana di Solo baru-baru ini,” terang Panglima TNI.

Dikatakan, konflik komunal yang terjadi di Sampang dan beberapa daerah lain yang sampai menelan korban jiwa, telah mengusik rasa kebhinekaan yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia.

“Kebengisan dan kekejaman aksi terorisme maupun konflik komunal dalam negeri seolah-olah sudah menjadi bagian kehidupan bangsa Indonesia yang dikenal santun dan ramah serta memiliki budaya gotong royong,” demikian Panglima TNI dalam amanatnya.

Panglima TNI menekankan kepada seluruh satuan di jajaran TNI untuk mawas diri dan harus mampu bertindak selaku perekat bangsa dan membantu menciptakan suasana yang kondusif guna mengembalikan jati diri bangsa Indonesia yang cinta damai dan religius.

Maraknya aksi unjuk rasa, konflik berlatar sara, dan konflik hak atas tanah adat yang sering menyerang aparat, mengindikasikan adanya skenario yang didalangi oleh pihak-pihak tertentu untuk menciptakan instabilitas di dalam negeri.

“Untuk itu, TNI ditentut lebih peka dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan,” tegas Panglima TNI.

Kepala Kepolisian Resor Rembang, AKBP Adhy Fandy Ariyanto menambahkan, meski di Rembang belum ditemukan aksi teror, namun pihaknya bersama TNI tetap menerapkan waspada maksimal.

“Kami akan lebih menajamkan pantauan terutama di kawasan-kawasan perbukitan yang belakangan ini sinyalir menjadi tempat latihan pelaku terorisme,” ungkapnya.

Kapolres pun mengaku telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk lebih memasang mata dan telinga sehingga bisa mengamati secara jelas serta mendengar secara saksama perkembangan yang terjadi di lingkungannya.

“Secara khusus kami berharap, warga masyarakat bisa proaktif menumbuhkan kembali semangat ber-siskamling. Sebab, dari sekitar 1.800 poskamling di kabupaten ini, hanya sekitar 200 poskamling yang aktif. Mengantisipasi tindak terorisme, gerakan siskamling perlu kembali digiatkan,” tegas Kapolres. (Pujianto)

Bagikan untuk keluarga Anda!



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan