Warung Kopi di Sulang Ditengarai Ajang Togel dan Miras

Senin, 8 September 2014 | 14:53 WIB

Ilustrasi (Foto:Rif)

SULANG, MataAirRadio.net – Sejumlah warung kopi di bilangan Jalan Rembang-Blora di wilayah Kecamatan Sulang ditengarai dipakai sebagai ajang transaksi judi toto gelap alias togel dan minuman beralkohol tinggi atau miras. Salah satu masyarakat menginformasikan tengara itu kepada Polsek Sulang sehingga ditindaklanjuti.

Kapolsek Sulang AKP Mohammad Mansur mengaku langsung menggelar operasi pada Sabtu (6/9) malam kemarin. Namun hasilnya nihil. Meski demikian, polisi akan kembali menggelar razia serupa dalam waktu dekat. Pihaknya akan terus mengantisipasi judi togel dan miras di warung kopi di wilayahnya.

Senin (8/9) siang, Mansur memprogramkan sosialisasi seputar miras ke sekolah-sekolah. Polisi mensinyalir, mereka yang diinformasikan menenggak miras di sejumlah warung kopi, sebagian di antaranya masih berstatus pelajar. Sosialisasi ini pernah dilakukan oleh polres, sehingga polsek menegaskan saja.

Kapolsek menambahkan, razia kemarin (6/9) dilakukan sejak kawasan Landoh, Kaliombo, Jatimudo, hingga Kemadu atau perbatasan antara Kecamatan Sulang dengan Kecamatan Bulu. Meski hasil operasi nihil, dia menyebut warung kopi dan karaoke di sepanjang kawasan tersebut, rentan togel dan miras.

Dia pun membandingkannya dengan warung kopi di perdesaan. Sejauh ini, pihaknya belum mendapat laporan peredaran judi togel dan miras di warung di perdesaan. Bukannya tidak ada, namun tetap perlu diawasi. Intinya, dia menegaskan tidak akan membiarkan perjudian marak.

Mansur berjanji memproses hukum pelaku perjudian yang tertangkap. Asal tahu saja, menurut Mansur, penangkapan pelaku tindak pidana perjudian bisa dilakukan baik oleh pihak Polres maupun polsek setempat. Masyarakat diminta proaktif mengabarkan tindak perjudian dan miras kepada polisi.

Sebelumnya, Polres Rembang menangkap Sumarsono, warga Desa Banyurip Kecamatan Gunem karena diduga menjual kupon judi togel Hongkong. Dia digerebek di rumahnya. Polisi mengamankan barang bukti berupa selembar kertas pembelian angka togel, kalkulator, satu unit ponsel, dan uang lima ribu rupiah.

Kasatreskrim Polres Rembang AKP Joko Santoso mengatakan wilayah perdesaan masih menjadi pasar potensial peredaran judi togel. Umumnya mereka memesan melalui ponsel, tetapi selanjutnya temu darat untuk membayar taruhan. Tempat kencan bisa di banyak tempat, termasuk warung kopi. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan