Warga Tlogomojo Protes Pengusahaan Air Tanah Diduga Ilegal

Senin, 26 November 2012 | 15:31 WIB


REMBANG – MataAirRadio.net, Puluhan warga Desa Tlogomojo, Senin (26/11) pagi, mendatangi Markas Kepolisian Sektor Kota Rembang meminta aparat kepolisian menindak praktik pengusahaan air tanah diduga ilegal yang ada di desa itu dan pengusahanya bukan warga setempat.

Warga yang datang dengan menggunakan belasan sepeda motor dan satu mobil tersebut tiba di Mapolsek Rembang sekitar pukul 09.30 WIB dengan ditemani Kepala Desa Tlogomojo, Isa Anshori.

Massa sempat terlibat ketegangan dengan Maksun, warga Solo yang belakangan diketahui pulang ke rumah orang tuanya Hj Masnunah, warga Desa Padaran Kecamatan Rembang untuk melakukan pengusahaan air tanah, lantaran sudah terlebih dahulu tiba di Mapolsek.

Padahal, sebelum warga akhirnya nekat mendatangi Mapolsek Kota Rembang, Maksun diketahui warga sempat melontarkan perkataan bernada menantang, tak gentar dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Beruntung ketegangan warga dengan Maksun tidak sampai berujung anarkhistis, karena Kapolsek Kota Rembang Ajun Komisaris Polisi Suhaendi Tirta M segera sigap keluar dari ruang kerjanya dan melerai massa.

Yuri, salah seorang warga menilai Maksun tidak mengindahkan butir-butir hasil kesepakatan warga Desa Tlogomojo yang melarang warga luar desa itu mengusahaan air tanah di wilayah desa tersebut.

Apalagi, kesepakatan warga yang dibuat pada 2011 itu juga mengamanatkan, selain dua titik pengusahaan air tanah yang sudah ada, tidak boleh ada lagi pengusahaan serupa di Desa Tlogomojo.

Kepala Desa Tlogomojo Isa Anshori mengatakan, pemerintah desa sudah dengan tegas memutuskan untuk menutup sementara semua titik pengusahaan air tanah, tidak hanya milik Maksun, sampai dengan izin pengusahaan air tanah dari Pemerintah Kabupaten Rembang turun.

Namun, khusus untuk pengusahaan air tanah yang dilakukan Maksun, warga menghendaki dihentikan total karena warga telah membuat kesepakatan sebelumnya.

Dengarkan rekaman disini.

Kapolsek Kota Rembang AKP Suhaendi Tirta M mengatakan pihaknya pun menyarankan agar pengusahaan air tanah milik Maksun ditutup sementara sampai terbit izin dari pejabat berwenang.

Tidak hanya milik Maksun, AKP Suhaendi pun meminta pelaku pengusahaan air tanah lainnya juga mengantongi izin serupa. Sementara terkait dengan tudingan warga yang menyebut Maksun telah melecehkan institusi kepolisian, pihaknya masih akan mendalaminya.

Dengarkan rekaman disini.

Sementara itu, objek pengusahaan air tanah yang disoal warga itu terletak di sebelah barat Balai Desa Tlogomojo, namun masih berada di wilayah Dukuh Tlogo desa setempat. Selama ini dari dua dukuh di Desa Tlogomojo, Dukuh Tlogo dan Garang, Dukuh Tlogo terbilang selalu mengalami krisis air setiap kemarau tiba. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan