Khawatir Dipermainkan DPU, Warga Tiga Desa Datangi DPRD

Rabu, 17 September 2014 | 17:54 WIB
Sekitar 15 warga dari Desa Narukan, Sumurpule, dan Sudan Kecamatan Kragan, Rabu (17/9) siang mendatangi Kantor DPRD Rembang. (Foto:Pujianto)

Sekitar 15 warga dari Desa Narukan, Sumurpule, dan Sudan Kecamatan Kragan, Rabu (17/9) siang mendatangi Kantor DPRD Rembang. (Foto:Pujianto)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sekitar 15 warga dari Desa Narukan, Sumurpule, dan Sudan Kecamatan Kragan, Rabu (17/9) siang mendatangi Kantor DPRD Rembang. Mereka khawatir dipermainkan oleh pihak dinas pekerjaan umum terkait penanganan kerusakan jalan Pandangan-Sedan dan debu yang ditimbulkan.

Warga ditemui oleh Wakil Sementara DPRD Rembang Gunasih dan Ridwan serta sejumlah anggota DPRD lainnya seperti Wasiman, Puji Santoso, Zaimul Umam, Nur Hasan, dan Gatot Paeran. Hadir pula, Kepala Bidang Bina Marga Raharjo dan perwakilan Dinas Perhubungan.

Tokoh warga Desa Narukan, Bambang Suroso mengatakan, masyarakat sudah capai bersabar. Sementara debu makin liar dan merugikan kesehatan warga. Penyiraman yang dilakukan belum banyak berdampak. Selain perbaikan jalan, dia berharap truk tambang ditertibkan, secara tonase dan etika di jalan raya.

Kepala Desa Narukan Turmundi menyambut positif respon bidang bina marga yang menangani kerusakan jalan secara darurat. Blokade jalan Pandangan-Sedan pun telah dibuka Selasa (17/9) malam. Namun itu saja tidak cukup.

Menurutnya, aksi unjuk rasa yang sempat dilakukan warganya dengan memblokir jalan merupakan puncak kekesalan. Dia berharap, aksi protes semacam itu bisa jadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah. Protes warga tidak perlu terjadi jika saja pemeliharaan jalan dilakukan secara rutin.

Kini, dengan datang ke DPRD, dia berharap agar debu yang dirasakan warga segera tertanggulangi. Rembug yang dilakukan di kantor dewan kali ini juga diharapkannya tidak sebatas angin-anginan. Warga tetap menagih kapan jalan dibangun dan tidak lagi berdebu.

Wakil Sementara DPRD Rembang Ridwan mengatakan, tidak diminta oleh rakyat pun, perbaikan jalan Pandangan-Sedan sudah disepakati dianggarkan di APBD 2014. Komitmen itu ditandai dengan penetapan APBD 2014 pada 26 Desember 2013.

Namun dia mendapati terjadinya gagal lelang pada proyek yang direncanakan senilai Rp15 miliar. Namun kini pemenang lelang sudah akan ditetapkan. Dia mengungkapkan, pekerjaan perbaikan jalan dengan pembetonan itu akan dilakukan 1 Oktober nanti, dengan catatan tidak ada sanggahan soal lelang.

Namun jika kemungkinan terburuk, lelang kembali gagal karena dimentahkan oleh sanggahan, maka penanganan kerusakan jalan Pandangan-Sedan akan dilakukan dengan optimasi anggaran di sisa waktu APBD 2014. Penanganan dengan optimasi ini bisa dilakukan 31 Oktober 2014. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan