Warga Terjan Akhiri Blokir Setelah Dijanjikan Jalan Beton

Jumat, 5 Oktober 2012 | 10:10 WIB
Portal besi yang dipasang sebagai blokir akses truk pengangkut tambang ke Terjan ini sudah dicabut, Jumat (5/10). (Foto: Pujianto)

KRAGAN, mataairradio.net – Warga Desa Terjan Kecamatan Terjan akhirnya mengakhiri blokir atas akses ke desa setempat, Jumat (5/10). Namun, akhir pemblokiran yang ditandai dengan pencabutan portal terbuat dari besi itu tak lantas memberikan ruang bagi truk pengangkut bahan tambang untuk lewat.

“Karena ada kepastian (perbaikan), warga akhirnya setuju mengakhiri aksi. Portal besi yang dipasang warga, kini sudah dicabut,” ungkap Kepala Desa Terjan, Abdul Hadi.

Menurut Abdul Hadi, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Rembang, Raharjo, saat ditemuinya mengatakan, perbaikan seluruh ruas jalan akan dikerjakan bertahap hingga pertengahan 2013.

“Aktivitas penambangan akan dihentikan sementara hingga proses perbaikan jalan rampung dikerjakan. Warga setuju mengakhiri aksi karena adanya jaminan truk tambang tidak akan melintas hingga jalan rampung diperbaiki,” kata Hadi.

Ia menyebutkan, perbaikan jalan yang menjadi akses pengangkutan bahan tambang sepanjang dua kilometer, mulai Terjan hingga Sudan itu paling lambat akan dimulai pada minggu ketiga Oktober.

“Jalan yang rusak akan dibeton dengan ketebalan 20 centimeter dan lebar jalan empat meter,” kata dia.

Untuk tahap pertama, Pemkab Rembang baru mampu menganggarkan dana sebesar Rp400 juta. “Bidang Bina Marga DPU hanya akan memperbaiki akses jalan yang menjadi kewenangannya, sedangkan untuk jalan kampung adalah kewenangan Bidang Permukiman,” terang dia.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Sigit Wicaksono mengatakan, perbaikan belum bisa dikerjakan karena masih menunggu evaluasi APBD Perubahan 2012 oleh Gubernur Jateng.

“Setelah evaluasi turun dan disetujui, perbaikan akan langsung dikerjakan,” katanya menjanjikan. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan