Warga Minta Pembetonan Kawasan Perempatan Lasem Dipercepat

Sabtu, 28 April 2012 | 11:48 WIB


LASEM – Warga Kecamatan Lasem meminta pihak Bina Marga Jawa Tengah segera memperbaiki kondisi jalan kawasan perempatan Lasem dengan pembetonan sebab korban kecelakaan di kawasan itu sudah banyak.

Hingga Sabtu (28/4), terpantau tak kurang lima warga dari berbagai daerah di Rembang dan luar kota mengalami kecelakaan di kawasan tersebut setelah tergelincir muka jalan yang bergelombang.

Terakhir, seorang warga RT 1 RW 1 Desa Sluke, Kecamatan Sluke, Ahmad Susilo (39), menderita cedera di bagian tangan dan kakinya setelah sepeda motor jenis Honda Supra Fit bernomor polisi K 6505 N yang dikendarainya limbung dihempas kondisi jalan yang bergelombang, Sabtu (28/4) sekitar pukul 09.00 WIB.

Atas kejadian itu, Ahmad Susilo yang anggota LBH Gunadarma Rembang itu bahkan bertekad melayangkan tuntutan pertanggungjawaban dari instansi terkait.

“Sebab, pihak Bina Marga memiliki tanggung jawab atas kondisi jalan yang buruk. Kami akan menuntutnya,” kata dia menegaskan.

Seorang warga yang tinggal tak jauh dari kawasan Perempatan Lasem, Ali Imron mengatakan, sejauh ini sudah lima orang mengalami kecelakaan di jalan kawasan itu.

“Perbaikan jalan dengan pembetonan mendesak dilakukan. Warga berharap perbaikan dilakukan dengan tidak menunggu jumlah korban lebih banyak,” tandas dia yang warga Kauman itu.

Nasirudin, warga lainnya menambahkan, kerawanan cukup tinggi terjadi ketika malam hari. “Kalau malam hari, permukaan jalan yang gelombang tak terlalu kelihatan, sehingga pengguna jalan yang tidak pernah melintasi kawasan itu hampir pasti akan celaka kalau tidak berhati-hati,” terang dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kabupaten Rembang, Suyono, mengatakan, pembetonan jalan tersebut diusulkan agar bisa dikabulkan pada tahun ini.

“Kami mengusulkannya secara langsung saat pertemuan dengan pihak Bina Marga di Pati. Pembetonan perlu dilakukan mengingat kondisi jalan yang sudah bergelombang parah dan mulai membahayakan pengguna jalan,” terangnya.

Selama ini, lanjut dia, penanganan atas bergelombangnya permukaan jalan pantura di kawasan perempatan Lasem dilakukan terbatas dengan pengeprasan dan perbaikan rutin.

“Permukaan jalan yang bergelombang dikepras sehingga kembali rata. Namun tak lama setelah ditangani, karena kendaraan berat banyak berhenti ketika lampu merah menyala, lama kelamaan permukaan jalan kembali bergelombang,” ujarnya.

Pembetonan jalan pantura di kawasan perempatan Lasem, jelas dia, dilakukan pada radius masing-masing hingga 100 meter, sebelah timur dan barat perempatan. “Teknis lebih lanjut tentu perlu dikaji oleh pihak Bina Marga,” tandasnya.

Suyono juga mengatakan, selain kawasan perempatan Lasem, pihaknya pun mengusulkan pembetonan serupa pada kawasan perempatan berlampu merah lainnya di sepanjang pantura, seperti kawasan Pasar Pentungan. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan