Warga Kecamatan Tepi Pantai Digeladi Mitigasi Bencana

Selasa, 10 Juli 2012 | 09:40 WIB

Kegiatan Geladi Manajemen Bencana di Aula Hotel Pantura, Selasa (10/7). (Foto: Puji)

KOTA – Puluhan warga berasal dari enam kecamatan yang berada di tepi pantai sepanjang Pantura Rembang digeladi manajemen bencana antara lain kemampuan mitigasi (pencegahan/pengurangan, red.) dalam sebuah kegiatan yang digagas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah di Aula Hotel Pantura Rembang, Selasa (10/7).

Kepala Seksi Pencegahan pada BPBD Jawa Tengah, Cecep Purnawadi di sela-sela geladi tersebut, mengemukakan kegiatan geladi manajemen bencana tersebut digelar lantaran adanya perubahan paradigma masyarakat dalam penanganan bencana.

“Dahulu, seseorang atau kelompok baru akan tergerak menyikapi bencana manakala bencana itu sudah terjadi. Sederhananya, ada bencana dulu baru bergerak sehingga jumlah korbannya banyak. Namun sekarang tidak,” ujarnya.

Belakangan ini, lanjut dia, masyarakat cenderung memiliki “mind set” seputar pentingnya pengurangan risiko bencana demi mengurangi dampak alias kerugian yang lebih besar.

“Saat ini masyarakat mulai memandang perlu adanya aktivitas pengurangan risiko bencana. Dari itu, geladi manajemen ini digelar agar masyarakat dalam skala yang lebih luas mengerti akan pentingnya mitigasi,” terang dia.

Menurut rencana, kegiatan geladi manajemen bencana tersebut dilaksanakan di Aula Hotel Pantura selama tiga hari, sejak Selasa (10/7) hingga Kamis (12/7).

Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti oleh warga yang sebagian besar merupakan relawan bencana, tetapi juga perwakilan dari satuan kerja perangkat daerah terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta aparat dari Pemerintah Kecamatan dan Desa.

Pada geladi tersebut, pejabat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD Provinsi Jawa Tengah, Palang Merah Indonesia, dan Kantor Lingkungan Hidup Rembang, dijadwalkan memberikan materi seputar pengurangan risiko bencana.

“Rembang adalah kabupaten yang dipilih menjadi tempat digelarnya geladi manajemen bencana seperti ini untuk kali pertama. Hal ini lantaran Rembang memiliki daya dukung peraturan daerah yang baik terhadap adanya BPBD,” imbuhnya.

Mengenai dipilihnya enam kecamatan yang berada di tepi pantai sebagai sasaran kali pertama kegiatan geladi manajemen bencana, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Rembang, Hariyadi menjelaskan, kecamatan-kecamatan itu memiliki karakteristik bencana yang beragam dan mewakili jenis ancaman bencana di kabupaten setempat.

Enam kecamatan masing-masing Kaliori, Rembang, Lasem, Sluke, Kragan, dan Sarang, terang dia, menyimpan potensi bencana menonjol seperti abrasi, banjir, dan tanah longsor.

“Ketiga bencana itu yang paling menonjol di Rembang. Kami berharap dengan geladi manajemen bencana sebagai sarana untuk melatih kemampuan mitigasi ini, dampak-dampak bencana akan bisa diminimalkan,” tandas dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan