Nepotisme Pemilihan Panitia Perangkat Desa, Warga Demo Kades

Kamis, 20 Juni 2013 | 15:14 WIB
Ratusan warga Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang berunjuk rasa di balai desa. (Foto:Zam)

Ratusan warga Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang berunjuk rasa di balai desa. (Foto:Zam)

SARANG , MataAirRadio.net- Ratusan warga Desa Lodan Kulon Kecamatan Sarang berunjuk rasa di balai desa setempat, Kamis (20/6) pagi. Mereka menuntut kepala desa merombak kepanitiaan pemilihan jagabaya dan bayan baru di desa setempat. Aksi unjuk rasa berlangsung panas karena baik warga maupun kepala desa “ngotot” mempertahankan pendapatnya masing-masing.

Salah seorang perwakilan warga, Suyono menilai Kepala Desa Lodan Kulon tidak memiliki etika dan itikad baik dalam menampung aspirasi warga. Menurutnya, Kades terlalu memaksakan kehendaknya, terutama terkait penunjukan panitia pemilihan perangkat desa tersebut.

Suyono menyebutkan kepanitiaan yang dibentuk Kades berbau nepotisme. Buktinya, dari ketua, wakil ketua, dan seksi-seksi diambilkan dari keluarga pihak Kades. Untuk jabatan ketua panitia misalnya, Kepala Desa justru menunjuk istrinya.

Menanggapi unjuk rasa warganya, Kepala Desa Lodan Kulon Muhammad Ghufron menilai, tudingan bahwa dirinya memaksakan kehendak atau tidak menampung aspirasi masyarakat, tidaklah benar. Menurutnya apa yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Karena itu, Gufron bersikukuh tidak akan mengganti kepanitiaan meskipun sebagian warga menginginkan perubahan. Ia beralasan, saat ini sudah ada warga yang mendaftar sebagai bakal calon perangkat desa.

Unjuk rasa tersebut memaksa jajaran Muspika Sarang hadir di lokasi, mulai dari Kapolsek, Danramil, serta Camat Sarang. Melalui perdebatan alot akhirnya dihasilkan beberapa keputusan yang salah satunya menyerahkan pembuatan soal ujian calon perangkat desa kepada pihak Pemkab Rembang. (Zamroni)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan