Warga Berkebutuhan Khusus Belum Terlayani e-KTP

Rabu, 9 Mei 2012 | 06:32 WIB


KOTA – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil) Kabupaten Rembang belum melakukan perekaman data bagi wajib e-KTP yang menderita kelumpuhan atau warga berkebutuhan khusus dengan model jemput bola, lantaran perangkat ‘mobile’ yang dijanjikan Pemerintah belum turun.

“Sampai dengan awal Mei ini, perangkat mobile e-KTP memang belum turun. Tidak hanya untuk Rembang, tetapi nampaknya di daerah lain di Jawa Tengah sepertinya juga belum menerima perangkat itu,” terang Kepala Bidang Kependudukan pada Dinpendukcapil Kabupaten Rembang, Ismail, Rabu (9/5).

Pihaknya mengaku sejauh ini belum menerima kejelasan terkait kapan perangkat “mobile” e-KTP itu dikirim. “Beberapa waktu lalu, ketika pimpinan kami mengikuti koordinasi e-KTP tingkat provinsi, persoalan belum dikirimnya perangkat e-KTP mobile juga dipertanyakan, namun belum ada jawaban,” ungkapnya.

Karena ketidakjelasan perangkat “mobile” e-KTP itu, lanjut dia, maka perekaman data kartu tanda penduduk elektronik untuk warga berkebutuhan khusus sementara ini dilewatkan.

“Ya nanti kalau perangkat mobile-nya sudah turun, baru kami sisir ulang satu per satu. Memang kesannya jadi mengulang-ulang pekerjaan, tetapi mau bagaimana lagi,” tandas dia tanpa menyebutkan jumlah warga berkebutuhan khusus yang mungkin dilayani dengan perangkat e-KTP “mobile”.

Pelayanan E-KTP “mobile” tersebut dirakit di dalam satu unit mobil. Di dalam mobil tersebut telah tersedia perangkat seperti kamera, alat perekam sidik jari, perekam retina, alat perekam tanda tangan wajib e-KTP, dan genset pembangkit listrik.

Seperti diketahui, pelayanan E-KTP “mobile” akan melayani warga berkebutuhan khusus seperti yang berumur tua serta penderita cacat. “Hanya saja kami berharap ada peran keluarga yang mengantarkan ke pelayanan e-KTP terdekat,” jelasnya. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan