Warga Berharap Realisasi “Breakwater” Segera

Selasa, 6 Maret 2012 | 10:10 WIB


SARANG – Warga Dusun Serbung Desa Temperak Kecamatan Sarang berharap agar Pemerintah Kabupaten Rembang segera merealisasikan pembuatan bangunan pemecah ombak atau “breakwater” menyusul abrasi yang berlangsung mengganas.

Seorang warga setempat, Mujiono (47), Selasa (6/3) mengatakan, ombak kembali menerjang permukiman warga dusun itu seiring datangnya gelombang cukup tinggi selama tiga hari terakhir.

“Warga diliputi kecemasan setiap hari. Akibat ombak cukup besar tiga hari terakhir, air laut masuk dan menggenangi sebagian rumah pada delapan keluarga,” kata dia.

Ia menyebutkan, bagian belakang rumah masing-masing milik Romlah, Sarmini, Dullah, Cici, Samad, Marjani, Sujari, dan Karnan tergenang air akibat terjangan ombak.

“Kami berharap pemkab setempat segera merealisasikan pembuatan bangunan pemecah ombak atau ‘breakwater’,” kata dia mengharapkan.

Kepala Dusun Serbung, Muhadi (54), mengatakan, pihaknya telah meminta semua warganya, terutama yang tinggal berdekatan dengan pantai untuk rutin melakukan ronda malam mengantisipasi terjadinya gelombang besar susulan.

“Sebab, saat ini, salah satu rumah yakni milik Samad bahkan terpaksa dibongkar karena sudah rusak berat dihantam ombak. Kalau ditotal, ada sekitar 21 rumah warga yang kondisinya benar-benar kritis terhadap ombak,” kata dia.

Atas kondisi itu, imbuh dia, warga yang lumayan mampu terpaksa secara mandiri membeli batu untuk penghalang. “Namun, yang serba tak mampu hanya bisa pasrah seraya berharap segera bantuan dari pemkab setempat,” kata dia.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang Suharso mengaku sudah melakukan kajian untuk penanganan abrasi di Dusun Serbung.

“Setelah semua kajian tersebut tuntas, kami akan segera terapkan pembangunan ‘breakwater untuk penanganan abrasi di Serbung,” kata dia.

Pihaknya mengaku berkomunikasi intensif dengan pejabat desa setempat untuk mengetahui perkembangan terkini Dusun Serbung. “Kami sudah mengimbau, agar setiap perkembangan segera dilaporkan kepada kami,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan