Warga Beber Informasi Dugaan Penyimpangan Bantuan Sapi

Senin, 26 Maret 2012 | 09:26 WIB


KOTA – Sejumlah orang mendatangi Mapolres Rembang untuk membeber informasi kepada polisi terkait dugaan penyimpangan ternak sapi bantuan Pemerintah oleh Kelompok Peternak “Aji Jaya” di Desa Sulang, Kecamatan Sulang, Senin (26/3) sekitar pukul 10.00 WIB.

Mereka yang merupakan anggota Kelompok Peternak “Aji Jaya” didampingi Koordinator Lespem Bambang Wahyu Widodo mengadukan bantuan sebanyak 40 ekor sapi dari pos anggaran Instruksi Gubenur Jateng tahun anggaran 2010 yang diduga dikuasai oleh Ketua Kelompok, Mustamaji.

Menurut Bambang yang ketika itu ditemui oleh Kaur Bin Ops Reskrim Polres Rembang, Iptu Haryo Seto, awalnya, pada saat menyampaikan usulan, para anggota kelompok tersebut menyatakan turut membubuhkan tanda tangan dan menyerahkan foto copy kartu tanda penduduk.

Namun, saat ini, jumlah sapi sudah berkurang drastis. Dari semula yang 40 ekor, kini jumlahnya diperkirakan tinggal belasan ekor. “Anggota kelompok tersebut curiga bantuan tersebut diselewengkan. Informasi dari masyarakat, jumlah sapi bantuan tersebut tinggal 17 ekor,” kata dia.

Pihaknya berharap, aparat melakukan penyelidikan secara utuh dan jika menemukan penyimpangan, semua diserahkan kepada polisi. “Soal penanganannya nanti, kami serahkan kepada polisi,” kata dia.

Kaur Bin Ops Reserse dan Kriminal Polres Rembang Inspektur Satu Polisi Haryo Seto mengatakan akan segera mengumpulkan bahan keterangan, terutama data-data awal dari Kelompok Aji Jaya.

“Soal nantinya akan diproses atau tidak, kami harus menunggu perkembangan dan pendalaman,” kata dia.

Pada kesempatan terpisah, Ketua Kelompok Peternak “Aji Jaya” Sulang, Mustamaji membantah tudingan telah menyimpangkan bantuan sapi tersebut.

“Selama ini, saya sudah sering menawari anggota kelompok untuk merawat sapi. Sejumlah di antaranya mau, sehingga ada yang kebagian 1-3 ekor per orang. Tapi sebagian menolak, dengan alasan kesulitan merawat, termasuk mencukupi pasokan pakan,” kata Mustamaji kepada wartawan.

Bahkan ia pernah menawarkan kepada petani di sejumlah desa di Kecamatan Gunem untuk merawatnya asal pertanggungjawabannya jelas. “Terus terang, kami tak mampu merawatnya sendiri. Untuk biaya perawatannya, kami terbebani,” kata dia.

Ia mengklaim, untuk merawat sapi-sapi itu sejak 2010-2011, telah dirogoh kocek hingga Rp243 juta. Mengenai jumlah sapi saat ini, memang telah berkurang.

“Dari 40 ekor telah berkurang menjadi tinggal 29 ekor. Yang 11 ekor mati. Semua ada berita acaranya. Tudingan ini saya rasa bermuatan politis seiring rumor yang menyebut saya bakal nyalon dalam Pilkades mendatang,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan