Wali Siswa Takut Ambil Kembali Sumbangan

Kamis, 9 Februari 2012 | 01:45 WIB


KOTA – Sejumlah orang tua wali siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Kutoharjo, Kecamatan Kota Rembang, mengaku takut mengambil kembali sumbangan yang terlanjur diberikan melalui komite karena mereka khawatir langkah itu bakal berdampak pada perlakuan sekolah terhadap putra-putrinya.

“Kami justru melihat bahwa sikap komite yang mempersilakan setiap orang tua/wali siswa mengambil kembali sumbangannya dengan menghubungi bendahara komite SDN 2 Kutoharjo, sebagai sebuah jebakan,” kata salah seorang orang tua siswa SDN 2 Kutoharjo, Kamis (9/2).

Menurut dia, jika komite hendak mengembalikan pungutan yang diwajibkan itu, mestinya orang tua tidak perlu datang satu per satu ke bendahara, tetapi cukup dikembalikan begitu saja.

“Kalau seperti ini, seolah komite hendak mencari dan memilah siapa saja orang tua yang akan mengambil sumbangan dan yang tidak. Dan mungkin saja, orang tua yang memutuskan mengambil kembali sumbangannya akan menjadi catatan khusus dan putra-putrinya bisa pula diperlakukan lain oleh sekolah,” kata dia.

Sumber itu juga mengemukakan, sekolah dan komite mestinya tidak menjadikan orang tua/wali sebagai satu-satunya sumber pendanaan pengembangan sekolah.

“Sebab, masih ada dana bantuan operasional sekolah dan sumber dana lain dari pemerintah di tingkat kabupaten hingga pusat untuk mengembangkan sekolah. Tinggal sekolah mau sedikit repot atau tidak. Jika pun orang tua/wali siswa hendak menyumbang, tentu sesuai dengan kesadaran dan permufakatan bersama,” kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan surat edaran dari Komite SDN 2 Kutoharjo bernomor 03/KOM/SD2/2012 tertanggal 7 Februari 2012 yang berhasil dihimpun mataairradio.net, komite sekolah mengamini desakan dari pemkab setempat untuk menarik dan membatalkan surat edaran Nomor 02/KOM/SD2/2012 tertanggal 27 Januari 2012 tentang Sumbangan Komite Sekolah.

Komite sekolah juga mengambil sikap untuk mengembalikan sumbangan yang sudah diterima, demikian tertuang juga dalam surat edaran yang ditandatangani Kepala Komite SDN 2 Kutoharjo, Santoso, dan Kepala SD setempat, Sugiharto itu.

Namun dalam surat yang diterimakan kepada orang tua/wali siswa SDN 2 Kutoharjo tersebut, justru juga tertuang ketentuan yang terbilang rancu. Orang tua/wali siswa yang akan mengambil sumbangannya dipersilakan berhubungan dengan bendahara komite sekolah dan diambil oleh orang tua yang bersangkutan.

“Kalau ketentuannya seperti itu, sama saja dengan melepas kepala tetapi menahan ekornya. Mestinya, kalau komite sekolah mau mengembalikan, ya kembalikan saja,” kata orang tua siswa lainnya yang juga enggan diungkapkan namanya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Rembang, dokter Rochmad Isnaeni menyatakan akan segera turun tangan meminta klarifikasi pihak sekolah dan komite.

“Mestinya, kalau sekolah sudah mengeluarkan edaran berisi penarikan dan pembatalan surat edaran tentang sumbangan komite sekolah, ya silakan komite kembalikan hasil pungutannya. Tidak perlu orang tua harus datang satu per satu mengambilnya, tetapi komite mestinya lebih bisa bijak menyikapi persoalan ini,” kata dia.

Apalagi, kata dia, komite merupakan representasi orang tua/wali siswa. “Sebagai representasi, mestinya komite lebih memahami apa yang dirasakan para orang tua/wali,” kata dia. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan