Wakil Rakyat Pilih Ngeblong Saat Paripurna Pengesahan APBDP 2012

Tuesday, 18 September 2012 | 12:02 WIB
Kursi untuk Kepala-kepala SKPD banyak yang kosong saat dihelat Sidang Paripurna pengesahan APBDP 2012, Selasa (18/9). (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2012 Kabupaten Rembang akhirnya disahkan oleh DPRD setempat melalui sidang paripurna, Selasa (18/9).

Namun, berdasarkan pantauan langsung mataairradio.net, sidang paripurna berlangsung tanpa gereget. Cukup banyak Kepala SKPD yang tidak hadir. Beberapa anggota DPRD pun memilih “ngeblong” atau membolos di tengah jalannya sidang paripurna tanpa alasan yang jelas.

Seorang anggota DPRD bahkan mengaku malas mengikuti sidang paripurna dengan dalih sudah jelas hasilnya (sudah pasti disahkan, red.). Modusnya, mereka yang membolos berpura-pura seperti kebelet ke kamar mandi. Namun, seusai dari kamar mandi, mereka langsung bablas entah kemana.

Sementara itu, APBD Perubahan 2012 disahkan dengan bertambahnya pendapatan daerah sebanyak dari Rp16,84 miliar, dari Rp991,5 miliar menjadi Rp1,008 trilliun. Namun, belanja daerah pun tak mau kalah. Belanja daerah bertambah Rp28,256 miliar, dari Rp996,7 miliar menjadi Rp1,025 trilliun.

Pada paripurna pengesahan APBD Perubahan 2012, Bupati Rembang Mochammad Salim berhalangan hadir. Kehadirannya didisposisi kepada Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Selain menetapkan APBD Perubahan 2012, paripurna DPRD Kabupaten Rembang merekomendasikan antara lain penganggaran pengadaan mobil dinas untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Tak hanya itu, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rembang pun direkomendasi untuk melakukan pemeliharaan rutin trotoar pada tahun anggaran 2013. DPRD merekomendasikan pula peningkatan pemeliharaan pasar kepada Pemkab Rembang. (Puji)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan