Jatah Urea Petani Rembang Ditambah 6558 Ton

Selasa, 2 September 2014 | 15:23 WIB

Seorang perempuan petani memupuk tanaman padinya. (Foto Antara)

REMBANG, MataAirRadio.net – Jatah pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Rembang ditambah sebesar 20 hingga 30 persen oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pupuk urea misalnya ditambah 6.558 ton menjadi 23.136 ton. Pupuk jenis SP-36 juga ditambah menjadi 4.087 ton, ZA menjadi 9.220 ton, NPK 13.933 ton, dan pupuk organik ditambah menjadi 7.681 ton.

Kepala Seksi Usaha Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Ika Himawan Affandi mengatakan, penambahan jatah pupuk bersubsidi ini karena tingkat serapan petani yang tinggi dan untuk mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi. Penambahan jatah pupuk untuk petani Rembang tertuang dalam surat Gubernur tertanggal 19 Agustus 2014 yang baru diterima Pemkab Rembang, Senin (1/9) kemarin.

Setelah menerima surat tersebut, pihaknya akan menunggu terbitnya Peraturan Bupati Rembang sebagai dasar mendistribusikan jatah ke kecamatan. Dasar penentuan penambahan alokasi pupuk di setiap kecamatan akan dilakukan berdasarkan tingkat serapan serta luas panen dan tanam.

Mengenai tingkat penyerapan pupuk hingga awal September ini, Ika menyebut sudah mencapai 70 persen. Oleh karena itu, pihaknya memperkirakan tidak akan terjadi kelangkaan pupuk pada musim tanam pertama padi tahun ini. Apalagi, jumlah rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) pupuk berkisar di angka sekitar 23.000 ton untuk urea.

Dia menjelaskan, keyakinan tidak bakal terjadinya kelangkaan pupuk, apabila asumsi normal. Jika terjadi permainan di tingkat pengecer atau mafia pupuk, berapa pun stok ditambahkan, akan terjadi kekurangan. Untuk menekan praktek permainan pupuk, pihaknya akan mengencangkan verifikasi.

Menurutnya, kini setiap kecamatan sudah ada tim verifikasi pupuk. Mereka bertugas untuk memantau ketersediaan dan kelancaran pasokan pupuk di tiap pengecer. Ika mengingatkan petani untuk mengubah pola penebusan pupuk, dari tebus ketika saat pemupukan, menjadi dua minggu sebelumnya.

Pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang memperkirakan, Perbup tentang Alokasi Pupuk Bersubsidi Pasca-Evaluasi Gubernur akan turun di bulan ini. Sebelumnya, petani Rembang hanya dialokasi 16.578 ton urea, 3.287 ton SP-36, 5.937 ton ZA, 10.885 ton NPK, dan 6.353 ton organik. Salah satu akibatnya, petani sempat mengalami kelangkaan pupuk. Apalagi pola penebusan yang serempak membuat pasokan pupuk menjadi telat. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan