Upah Minimum Rembang 2013 Diusulkan Naik Rp80.000

Kamis, 27 September 2012 | 09:22 WIB
ilustrasi. (foto: mantanburuh.wordpress.com)

KOTA, mataairradio.net – Pemerintah Kabupaten Rembang memutuskan untuk mengusulkan adanya kenaikan besaran upah minimum kabupaten (UMK), dari Rp816.000 per bulan pada 2012 menjadi Rp896.000 pada 2013 atau naik Rp80.000, kepada Gubernur Jateng.

“Dewan Pengupahan Kabupaten Rembang sudah memutuskan untuk mengusulkan UMK 2013 sebesar Rp896.000 per bulan. Tinggal kami mintakan tanda tangan Pak Bupati,” terang Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rembang, Waluyo, Kamis (27/9).

Waluyo juga mengatakan usulan kenaikan UMK sebesar sembilan persen tersebut, ditargetkan sudah harus sampai ke meja Gubernur pada 2 Oktober 2012.

Besaran UMK yang diusulkan Rp896.000 itu, lanjut Waluyo, pun sudah nyaris sama dengan angka rata-rata kebutuhan hidup layak (KHL) Rembang yang Rp914.118,66.

“Jika kita bandingkan dengan besarnya angka KHL Rembang, maka rasio UMK dengan KHL sudah mendekati 100 persen, tepatnya 98 persen,” jelasnya.

Menurut Waluyo, penetapan usulan besarnya UMK untuk Kabupaten Rembang memang terbilang agak telat dibandingkan kabupaten lain di Jawa Tengah.

“Ini karena ada perbedaan jumlah item sebagai rumusan penerapan besaran UMK. Sebelumnya, jumlah item rumusan untuk menentukan besarnya UMK, mengacu Permenaker 17 Tahun 2002 yang hanya ada 46 item. Namun, kini harus menggunakan acuan sebagaimana pada Permenaker 13 Tahun 2012 dengan 60 item,” terangnya.

Ia juga berpandangan, hampir semua perusahaan di Rembang sudah mampu membayar upah bagi para karyawannya sebagaimana UMK.

“Berkaca pada 2011, tak ada satu pun perusahaan di Rembang yang mengajukan penangguhan pembayaran upah sebagaimana UMK,” katanya.

Waluyo menyebutkan, sampai dengan September 2012, di Rembang ada sebanyak 255 jumlah perusahaan dengan jumlah karyawan tak kurang dari 12.300 orang.

“Namun, hanya sekitar 100 perusahaan di antaranya yang menjadi sasaran pengawasan penerapan pembayaran upah sebagaimana UMK. Itu karena yang lain masih merupakan usaha mikro dan kecil,” tandasnya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan