Ungkap Penyebab Kebakaran, Polisi Minta Warga Kooperatif

Rabu, 18 Juli 2012 | 07:38 WIB
Polisi memasang “police line” di tempat kejadian perkara, kawasan bekas kebakaran. (Foto: Ilyas)

KOTA – Kepolisian Resor Rembang menyatakan masih mengumpulkan bukti dan bahan keterangan sembari menunggu kerja tim laboratorium forensik (labfor) Polda Jateng untuk mengungkap penyebab kebakaran yang meludeskan delapan kios di Pasar Lodan Wetan, Rabu (18/7) sekitar pukul 01.00 WIB.

“Sembari kami mengumpulkan bukti dan keterangan serta menunggu tim labfor Polda Jateng, masyarakat kami imbau agar kooperatif untuk memberikan sekecil pun informasi terkait Pasar Lodan Wetan,” kata Kapolres Rembang AKBP Adhy Fandy Ariyanto, Rabu (18/7).

Kapolres meminta masyarakat tidak berspekulasi macam-macam dan menyerahkan pengungkapan penyebab kebakaran Pasar Lodan Wetan kepada pihak yang berwajib.

“Untuk sementara ini, kami berharap warga tidak masuk ke lokasi bekas kebakaran yang telah dipasang garis polisi,” kata Kapolres.

Seperti diketahui, si jago merah meludeskan delapan kios di Pasar Lodan Wetan, Rabu (18/7) sekitar pukul 01.00 WIB. Selain delapan kios ludes, delapan kios lainnya juga sengaja dirusak oleh pemiliknya agar api tidak menjalar. Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Delapan kios yang terbakar tersebut, tiga di antaranya merupakan deretan di bagian depan pasar, sedangkan lima lainnya di bagian belakang. Jarak kios bagian depan dan belakang sekitar 20 meter dan tidak ditemukan adanya bekas rembetan api di antara dua bagian pasar tersebut.

“Kami masih meminta keterangan dari para korban kebakaran dan sejumlah warga. Kami juga masih menanti hasil kerja laboratorium forensik (labfor) Polda Jateng guna mengungkap penyebab kebakarn,” imbuh Kepala Polsek Sarang AKP Yuliadhi. (Puji)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan