Umur Normalisasi Manual Muara Sungai Kiringan Tak Lama

Selasa, 28 Agustus 2012 | 08:45 WIB
Normalisasi muara Sungai Kiringan oleh warga, Senin (27/8). (Foto: Pujianto)

KOTA, mataairradio.net – Normalisasi secara manual muara Sungai Kiringan di wilayah Dusun Caruban Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, oleh ratusan warga pada Senin (27/8)–untuk melancarkan aliran air laut dari sungai ke saluran tambak garam petani di empat desa–bisa jadi tidak akan lama dinikmati.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Rembang, Suharso, Selasa (28/8), normalisasi manual itu mestinya juga dilakukan dengan mengeruk endapan lumpur di wilayah sepanjang sungai, namun saat ini pengerukannya masih terlalu dangkal dan terbatas di muara.

“Karena normalisasinya menggunakan alat-alat tradisional seperti cangkul, ya tidak terlalu dalam pengerukannya. Bisa dipahami, jika tidak begitu, petani garam di Desa Gedongmulyo dan Dorokandang Kecamatan Lasem serta Desa Punjulharjo dan Kasreman Kecamatan Remabang, akan terus-terusan tak bisa memproduksi garam,” kata dia.

Karena tak terlalu dalam, lanjut Suharso, umur normalisasi tak akan lama bertahan. Apalagi, saat ini bertiup musim timuran.

“Kalau musim timuran, pada malam hari, ombak akan pasang dan mengirimkan material pasir laut. Pasir itu akan menumpuk dan kembali menimbulkan pendangkalan,” katanya.

Oleh sebab itu, idealnya, terang dia, normalisasi perlu dilakukan dengan mesin dan dilakukan secara menyeluruh, serta daerah sempadan sungai itu perlu ditanami dengan tanaman-tanaman pantai.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Bidang Pengawasan dan Perlindungan Sumber Daya Kelautan pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Rembang, Pamuji, mengaku tak bisa membantu warga dengan menormalisasi saluran dan Sungai Kiringan, pada tahun ini.

“Jikapun ada normalisasi Sungai Kiringan, paling cepat pada 2013 mendatang,” katanya. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan