Bantuan Traktor Petani Dijamin Bebas Pungutan

Jumat, 2 Agustus 2013 | 15:24 WIB
Sebanyak 31 kelompok tani menerima bantuan satu unit traktor tangan untuk keperluan mengolah lahan pertaniannya. (Foto:Puji)

Sebanyak 31 kelompok tani menerima bantuan satu unit traktor tangan untuk keperluan mengolah lahan pertaniannya. (Foto:Puji)

REMBANG, MataAirRadio.net – Sebanyak 31 kelompok tani dari berbagai kecamatan, Kamis (2/8) petang menerima bantuan satu unit traktor tangan untuk keperluan mengolah lahan pertaniannya.

Kecamatan yang paling banyak menerima bantuan tersebut adalah Sarang dengan lima kelompok. Sementara kecamatan yang sama sekali tidak teralokasi bantuan traktor tangan adalah Lasem. Bantuan diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz kepada ketua kelompok tani masing-masing.

Kusnadi, Ketua Kelompok Tani Sri Lestari Desa Tanjungan Kecamatan Kragan mengaku baru pertama kali ini mendapat bantuan berupa traktor tangan. Untuk bantuan lain seperti bibit tanaman pertanian, memang terbilang sering.

Bantuan berupa traktor tangan diyakini bakal membantu 30 petani di kelompoknya untuk mengolah lahan pertanian hingga sekitar 20 hektare. Apalagi penggunaannya lebih efektif dan efisien. Lima hari waktu yang dibutuhkan untuk bajak dengan tenaga ternak sapi, jika memanfaatkan traktor tangan bisa selesai kurang dari sehari.

Sudirman, Ketua Kelompok Tani Rukun Bahagia Desa Mantingan Kecamatan Bulu pun mengaku akan mengelola bantuan traktor tangan dengan baik. Mengenai pemakaian oleh petani di kelompoknya, kelak petani yang bersangkutan hanya dibebani ongkos bahan bakar dan perawatan.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Rembang Suratmin menegaskan, bantuan traktor tangan yang diberikan kepada petani memang bebas dari pungutan. Namun memang, kelompok tani diminta merawat traktor bantuan tersebut dengan baik.

Menurutnya, pemberian bantuan traktor tangan dimaksudkan untuk pengolahan tanah lebih cepat sehingga petani bisa melakukan tanam serempak dan memacu tingkat produksi, terutama tanaman pangan. Bantuan berasal dari anggaran pemerintah kabupaten setempat.

Wakil Bupati Rembang Abdul Hafidz menambahkan, petani diminta menjaga dan memanfaatkan lahan pertaniannya dengan baik. Hafidz menyebutkan, luasan lahan pertanian setiap tahun terus menyusut. Padahal Rembang termasuk kabupaten yang diandalkan dalam rangka ketahanan pangan di Jawa Tengah. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan