TPM Kecamatan Berdayakan Pelaku PNPM

Minggu, 22 Januari 2012 | 11:13 WIB

Kota – Pokja Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Kabupaten Rembang secara intensif melakukan penguatan pelaku PNPM di tingkat kecamatan melalui pelatihan training of trainers (TOT) tim pelatih masyarakat tingkat kecamatan. Pelatihan dilakukan secara bergelombang yang terbagi dalam tiga angkatan, mencakup 13 kecamatan di Kabupaten Rembang.

Angkatan pertama meliputi Kecamatan Kaliori, Sumber, Sulang dan Bulu. Angkatan ke dua meliputi Kecamatan Sarang, Kragan, Pancur dan Sluke. Sedangkan angkatan ke tiga meliputi Kecamatan Sale, Pamotan, Sedan, Lasem dan Gunem.

Sutarwi, Ketua Pokja RBM, mengatakan, pelatihan angkatan pertama telah dilaksanakan pada 16-18 Desember 2011 silam. Sedangkan pelatihan angkatan ke dua telah dilaksanakan pada 13-15 Januari lalu.

“Ini pelatihan TOT Pelatih Masyarakat tingkat kecamatan angkatan terakhir yang mencakup lima kecamatan meliputi Kecamatan Sale, Pamotan, Sedan, Lasem dan Gunem. Setelah itu, TPM kecamatan akan melakukan hal sama ke pelaku PNPM di tingkat desa,” katanya di Rembang, Ahad(22/1).

Pelatihan angkatan ke tiga dilaksanakan di Hotel Pantura Rembang pada 20-22 Januari. Dalam kegiatan tersebut, peserta sangat antusias menerima materi yang dipaparkan oleh para penyaji dari masing-masng divisi Pokja RBM Kabupaten Rembang.

Kabid Pemberdayaan Masyarakat Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kabupaten Rembang, Drs Slamet Haryanto menegaskan, TOT pelatih masyarakat kecamatan merupakan upaya penguatan pelaku PNPM sebagai tindak lanjut TOT pelatih masyarakat tingkat kabupaten yang diselenggaran di yayasan Bina Darma sebelumnya.

“Ini mengacu pada rencana tindak lanjut kegiatan yang sudah disepakati pada workshop II.  TPM Kecamatan merupakan ujung tombak keberhasilan PNPM di daerah. Karenanya,  gol dari kegiatan ini untuk mewujudkan para fasilitator handal  agar nantinya mereka mampu mentransformasi atas diri sendiri, dan selanjutnya melatih orang lain untuk melakukan hal yang sama ke jenjang yang lebih rendah,” katanya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan asupan materi berupa manajemen training,  teknik menjadi fasilitator yang efektif serta materi terkait RBM diantaranya meliputi  monitoring, advokasi hukum, media dan informasi, pelatihan masyarakat, pemberdayaan perempuan dan  teknologi tepat guna. (Rom)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan