Tolak Pabrik Semen, JMPPK Siap Adu Argumentasi

Senin, 18 Februari 2013 | 17:44 WIB

REMBANG, MataAirRadio.net – Pihak Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Rembang menyatakan siap adu argumentasi secara ilmiah terkait penolakan mereka terhadap pendirian pabrik semen di Kecamatan Gunem oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.

Ketua JMPPK Rembang Ming Ming Lukiarti kepada reporter MataAir Radio, Senin (18/2) petang menyatakan, kesiapan adu argumentasi itu menyusul pesimisme Ketua DPRD Rembang bahwa pihaknya sulit diajak diskusi.

Ming Ming menegaskan, pihaknya sangat siap adu argumentasi mengenai alasan menolak pendirian pabrik semen di Rembang, termasuk siap membuka fakta hukum dan ilmiah terkait penyimpangan-penyimpangan yang terjadi selama proses menuju pendirian pabrik semen tersebut.

Hanya, ia meminta Ketua DPRD mendatangkan sejumlah pihak yang terkait antara lain dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian BUMN, Direksi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, akademisi independen, dan tokoh masyarakat serta lembaga swadaya masyarakat yang fokus pada lingkungan.

Ia juga meminta semua pihak yang terlibat untuk disumpah dengan kitab suci saat berargumentasi guna memastikan kejujuran dalam berbicara agar tidak menyesatkan masyarakat.

JMPPK yakin, calon lokasi tambang pabrik semen di Rembang tepat berada di wilayah Cekungan Watuputih dan itu melanggar Pasal 63 Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2010 tentang RTRW Provinsi Jawa Tengah dan Pasal 19 Perda Nomor 14 tahun 2011 tentang RTRW Kabupaten Rembang.

Ming Ming menyebutkan, Cekungan Watuputih merupakan kawasan imbuhan air dan kawasan lindung geologi yang keberadaannya tidak boleh diganggu dan harus dilestarikan fungsinya.

Mengenai penyadaran kepada masyarakat tentang Cekungan Watuputih dan statusnya, ia akan melakukannya secara perlahan dan diyakini masyarakat akan memilih menjaga kelestarian lingkungan dibanding menyerahkannya untuk kepentingan pabrik semen.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Rembang Sunarto kepada wartawan menyatakan pesimistis penentang pendirian pabrik semen akan mudah diajak berdiskusi. Menurut dia, hal positif apapun akan sulit masuk karena sudah dilatari penolakan.

Sementara itu, kesiapan untuk adu argumentasi seputar penolakan pabrik semen di Rembang tidak hanya disuarakan JMPPK, tetapi juga Lembaga Studi Pemberdayaan Masyarakat atau Lespem. Koordinator Lespem Bambang Wahyu Widodo siap membuka motivasi di balik pembangunan pabrik semen di Rembang. (Pujianto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Disclaimer: Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi mataairradio.com. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan